Tidur Siang Bantu Proses Belajar Balita  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Beau, balita berumur dua tahun saat tidur siang bersama anak anjing bernama Theo yang berusia 8 minggu. Pasangan ini menjadi terkenal di Instagram karena kekompakan mereka saat tidur. Instagram.com/Momma's Gone City

    Beau, balita berumur dua tahun saat tidur siang bersama anak anjing bernama Theo yang berusia 8 minggu. Pasangan ini menjadi terkenal di Instagram karena kekompakan mereka saat tidur. Instagram.com/Momma's Gone City

    TEMPO.CO, New York - Tidur sebentar atau tidur siang memegang peranan penting dalam membantu balita dan anak-anak prasekolah dalam mengingat sesuatu yang baru saja mereka pelajari. Demikian diungkapkan sebuah penelitian terbaru.

    Para peneliti mengamati kemampuan anak-anak mengenai contoh-contoh yang mirip tetapi tidak sama, dengan sesuatu yang baru saja mereka pelajari dan menerapkannya dalam situasi baru. Keahlian ini disebut generalisasi.

    Menurut penulis hasil riset, dalam bahasa, keahlian ini termasuk kemampuan untuk membedakan pola tata bahasa dalam sebuah kalimat yang pernah mereka dengar sebelumnya, atau memahami sebuah kata, tak peduli siapa pun yang mengucapkannya.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa generalisasi bahasa akan menjadi lebih baik pada balita dan anak-anak prasekolah setelah mereka tidur sebentar atau tidur siang. Hasil temuan ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan "Cognitive Neuroscience" di Boston.

    "Tidur adalah sesuatu yang penting untuk mempertajam proses belajar dalam mengingat contoh-contoh baru," kata peneliti Rebecca Gomez dari University of Arizona seperti dikutip situs Health Day edisi 9 April 2014. (Baca: Pentingnya Tidur Siang bagi Balita)

    "Tidur sebentar segera setelah proses belajar tampaknya menjadi sesuatu yang penting untuk menggeneralisasi pengetahuan pada balita dan anak prasekolah," dia menambahkan.

    Adapun hasil riset lain yang juga dipresentasikan dalam acara tersebut menunjukkan bahwa tidur cukup membantu orang dewasa dalam mengingat rencana masa depan. "Apakah kita membuat rencana untuk liburan mendatang atau kita hanya berpikir mengenai yang kita akan konsumsi pada makan malam, semua rencana ini benar-benar bergantung pada kemampuan kita untuk mengingat hal-hal yang ingin kita lakukan pada waktu yang tepat pada masa depan," kata peneliti Susanne Diekelmann dari University of Tubingen di Jerman.

    "Kemungkinan kita mengingat untuk melakukan rencana-rencana kita dalam waktu yang memadai pada masa depan secara substansi lebih tinggi jika kita mempunyai waktu tidur malam yang cukup setelah merencanakan niat tersebut," Diekelmann menambahkan.

    HEALTH DAY | ARBAIYAH SATRIANI

    Berita Terpopuler:
    Profil Facebook Dapat Prediksi Kinerja Seseorang
    Selfie Tanda Tak Percaya Diri
    Gadis Kecil Ini Menderita Penyakit Mata Langka
    Teknologi Mengancam Keharmonisan Keluarga  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.