Senin, 22 Oktober 2018

Ini Cara Terhindar dari Virus Corona  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkes Nafsiah Mboi (kanan) didampingi Derektur Jenderal Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Aditama. ANTARA FOTO/ Ujang Zaelani

    Menkes Nafsiah Mboi (kanan) didampingi Derektur Jenderal Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Aditama. ANTARA FOTO/ Ujang Zaelani

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan menyerukan kewaspadaan terkait dengan berjangkitnya penyakit Midle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV) di Jazirah Arab.

    Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengeluarkan edaran terkait dengan meninggalnya seorang warga negara Indonesia akibat terinfeksi virus tersebut pada Minggu, 27 April 2014, pukul 13.00 di Rumah Sakit King Saud, Jeddah.

    Gejala-gejala adalah demam (≥ 38derajat Celsius) atau ada riwayat demam, batuk, dan pneumonia berdasarkan gejala klinis atau gambaran radiologis yang membutuhkan perawatan di rumah sakit bahkan di ICU. Seseorang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan sampai berat yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi atau kasus probable infeksi MERS-CoV dalam waktu 14 hari sebelum sakit.

    Cara pencegahannya antara lain selalu jalankan pola hidup sehat, menjaga kehigienisan perorangan, dan rajin cuci tangan pakai sabun. Bila tangan tampak kelihatan kotor, gunakan antiseptik. Bila diperlukan, (mereka dengan penyakit kronis, di kerumunan orang, badan tidak fit, dan lain-lain) gunakan masker. (Baca: Hindari Virus MERS-CoV Saat Berhaji)

    Lalu, mematuhi praktek-praktek pengamanan makanan, seperti menghindari daging yang tidak dimasak atau penyediaan makanan dengan kondisi sanitasi yang baik. Juga mencuci buah dan sayuran dengan benar serta menghindari kontak yang tidak perlu dengan hewan-hewan yang diternakkan, hewan peliharaan, dan hewan liar.

    Untuk kegiatan yang harus dilakukan setelah ibadah umrah atau haji, jemaah yang kembali harus diberi saran. Jika mereka mengalami sakit saluran pernapasan akut disertai demam dan batuk (cukup mengganggu kegiatan sehari-hari) pada periode dua minggu (14 hari) setelah kembali, segera mencari pengobatan dan memberi tahu otoritas kesehatan setempat.

    Orang-orang yang kontak erat dengan jemaah atau pelancong yang mengidap gejala atau tanda sakit saluran pernapasan akut disertai demam dan batuk (sehingga cukup mengganggu kegiatan sehari-hari) disarankan untuk melapor ke otoritas kesehatan setempat guna mendapat pemantauan MersCoV dengan membawa kartu health alert yang dibagikan ketika berada di atas alat angkut atau ketika tiba di bandara kedatangan.

    Jika ada keluhan atau gejala seperti tersebut di atas, segera hubungi petugas kesehatan, baik selama di Arab Saudi maupun sampai dua minggu sesudah sampai Indonesia.

    NATALIA SANTI

    Berita Terpopuler
    Yang Harus Anda Lakukan pada Usia 30 Tahun
    Jangan Sepelekan Batuk 
    Kasus Kematian Ibu Hamil Masih Tinggi
    Studi: Tinggal di Negara Miskin Bebas dari Stres  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.