Minggu, 21 Oktober 2018

Wanita Jepang Paling Panjang Umur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Misao Okawa, wanita tertua di dunia di rumah panti Kurenai di Osaka, Jepang, (5/3). Nenek ini lahir di Tenma, Osaka, pada 5 Maret 1898 dari keluarga pedagang Kimono, menikah pada tahun 1919 dan memiliki tiga anak, empat cucu dan enam cicit. (Photo by Buddhika Weerasinghe/Getty Images)

    Misao Okawa, wanita tertua di dunia di rumah panti Kurenai di Osaka, Jepang, (5/3). Nenek ini lahir di Tenma, Osaka, pada 5 Maret 1898 dari keluarga pedagang Kimono, menikah pada tahun 1919 dan memiliki tiga anak, empat cucu dan enam cicit. (Photo by Buddhika Weerasinghe/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta – Panjang umur menjadi harapan banyak orang. Sebuah studi dari kantor Statistik Nasional Amerika Serikat (ONS) mengungkapkan wanita Jepang saat ini lebih panjang umur dibandingkan wanita di negara lainnya.

    Dikutip dari laman Women’s Health Magazine, Senin, 28 April 2014, di antara 21 negara peserta penelitian, Jepang merupakan negara dengan tingkat harapan hidup tertinggi. Wanita Jepang rata-rata akan mencapai usia 86,4 tahun.

    Sebagai perbandingan, harapan hidup untuk perempuan Inggris adalah 82,8 tahun. Meskipun data wanita AS bukan bagian dari laporan tersebut, perempuan AS yang lahir pada tahun 2011 diduga kuat hanya bisa mencapai usia 81 tahun.

    Bukan tanpa alasan wanita Jepang bisa berumur panjang. Sebuah laporan yang ditulis peneliti Inggris dalam situs berita UK Independent menyebutkan wanita Jepang lebih panjang umur karena banyak mengkonsumsi sayuran, teh hijau, dan sushi. Dan siapa sangka, wanita tertua di dunia, Misao Osaka, yang berasal dari Jepang mengaku sushi adalah makanan favoritnya.

    ANINGTIAS JATMIKA | WOMEN’S HEALTH MAGAZINE

    Terpopuler

    Yang Harus Anda Lakukan pada Usia 30 Tahun
    Jangan Sepelekan Batuk 
    Kasus Kematian Ibu Hamil Masih Tinggi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.