Gerakan Move On untuk Pendidikan Anak Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang guru memberikan arahan kepada para siswa Sekolah Dasar kelas 1 ketika mengikuti Orientasi Sekolah di SD Negeri 01 Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta, Senin (15/7). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Seorang guru memberikan arahan kepada para siswa Sekolah Dasar kelas 1 ketika mengikuti Orientasi Sekolah di SD Negeri 01 Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta, Senin (15/7). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia segera memasuki era di mana usia produktif ada dalam jumlah besar, bahkan terbesar, yakni menjelang 2035-2045.

    Namun jumlah anak muda ini harus dibarengi dengan kualitas bila tidak ingin menjadi beban buat negara. Maka, pemerintah harus fokus pada penguatan pendidikan di tingkat dasar agar mereka tumbuh seperti yang diharapkan.

    Memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, Dompet Dhuafa bersama Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) menandatangani kerja sama.

    Menurut Yasinta Widowati, Sekretaris GNOTA, saat ini semakin banyak kebutuhan untuk anak-anak yang menginginkan orang tua asuh. Sejak 1999 berdiri, GNOTA membantu pemerintah merealisasikan program wajib belajar sembilan tahun bagi anak-anak. "Kami ada di 33 provinsi di Indonesia," kata Wido.

    "Kami tidak berani mendata dulu, karena kalau sudah didata biasanya ada harapan. Kalau didata, harapannya pasti dibantu," katanya. Untuk itu, mereka fokus untuk mencari sebanyak-banyaknya orang tua asuh. Pengertian orang tua asuh ini bukan hanya dari kalangan orang tua, melainkan bisa juga kakak asuh. (Baca: Guru Honorer Unjuk Rasa Peringati Hari Pendidikan)

    Sedangkan Deputi Direktur Pendidikan Dompet Dhuafa Siti Nurhidayah mengatakan masalah pendidikan memang tak bisa diselesaikan sendiri. Menurut dia, suatu hal yang berat adalah ketika rumah tangga harus menanggung biaya pendidikan.
                    
    "Ini kunci permasalahan anak-anak yang termarginalkan," katanya dalam acara "Dompet Dhuafa Gandeng GNOTA, Move On untuk Pendidikan Anak Indonesia" di Blok M Plaza, Jakarta, Jumat, 2 Mei 2014
                    
    Sri mengatakan lembaganya dan GNOTA mengadvokasi bagaimana masyarakat bisa mengakses pendidikan. "Karena selama ini masalah pendidikan adalah soal akses," katanya.

    Dompet Dhuafa dan GNOTA mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program ini dengan menyisihkan sebagian hartanya demi mewujudkan cita-cita anak bangsa yang saat ini tidak bisa sekolah karena keterbatasan biaya.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Berbagai Manfaat Keju Bagi Tubuh 
    Berkuda Dapat Turunkan Tingkat Stres Pada Anak 
    Enzim di dalam Bawang Merah Bikin Mata Menangis
    Sejuta Manfaat Buah Mangga


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

    Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.