Sentuhan Label Lokal Menuju Pasar Global

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    SwansTwenty. Istimewa

    SwansTwenty. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Dunia mode Indonesia makin menggeliat dan menarik perhatian industri kreatif yang tak hanya menebus pasar lokal tetapi juga pasar global. Salah satu label lokal Swans Twenty ikut meramaikan industri kreatif di dunia mode Tanah Air melalui ajang pameran fashion handmade movement 2014 yang berlangsung di Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta pada 1 hingga 5 Mei 2014.

    Dengan mengusung spirit modern Indonesia, kolaborasi sentuhan tradisional dalam busana keseharian yang moderen, cantik dan siap pakai, label ini mendukung upaya pemerintah yang mulai meningkatkan penggunaan dan pemakaian batik dan kain lokal Indonesia.

    Setelah batik mendapat pengakuan resmi dari Unesco sebagai khasanah budaya milik Indonesia, berdampak pada imbauan pemerintah kepada pegawai negeri sipil dan karyawan di perkantoran swasta kini ramai-ramai mulai mengenakan busana batik sebagai busana kantor setiap hari Jumat.(Baca : Kolaborasi Garmen dan Desainer Indonesia)

    "Kehadiran kami ingin menjadi alternatif dan pilihan yang menghadirkan koleksi busana dengan sentuhan tradisional Indonesia. Tentunya busana ini dapat dipakai sebagai busana keseharian terutama bagi generasi muda yang tetap ingin bergaya trendi, muda dan cantik. Selain itu, kami juga menjadi referensi untuk busana di acara-acara resmi dan resepsi pernikahaan engan gaya modern dan tidak kuno ayai ketinggalan jaman," kata Lucy Akmaltalia pada Minggu, 4 Mei 2014.

    Pemilik dan direktur label Swans Twenty ini menjelaskan labelnya memberikan pilihan busana dengan sentuhan tradisional Indonesia yang tetap mengusung nilai-nilai generasi muda, trendi dan cantik. Selain itu juga mengubah pemikiran dan pakem bahwa busana tradisional pun dapat dikenakan multi fungsi sebagai busana resmi dan buasana yang dipakai sebagai busana harian untuk padu padan dengan celana jins kasual dan momen keseharian.

    Hari itu, berlangsung juga peragaan busana yang menampilkan koleksi label ini dengan sentuhan buatan tangan. "Ini seratus persen karya anak bangsa, karya lokal yang menghadirkan koleksi busana-busana berkualitas," kata Lucky.

    Kendati baru pertama kali hadir di ajang Handmade Movement 2014, Lucky meyakini kehadiran labelnya bernilai strategis yang memberikan wadah kepada label lokal Indonesia untuk unjuk gigi memperkenalkan produk-produk yang secara kualitas tak kalah dengan label asing.

    Adapun Handmade Movement 2014 merupakan ajang yang mengapresiasikan hasil karya anak bangsa yang layak dinikmati dan menjadi pilihan kaum fashionista Indonesia.

    "Saat ini, masyarakat Indonesia sudah mulai melirik busana-busana tradisional Indonesia sebagai bagian dari gaya busana kesehariannya. Kemudian hadirnya acara semacam ini jadi wacana positip untuk mengenalkan diri dan beradaptasi langsung dengan target konsumen dan untuk mengetahui kebutuhan pasar saat ini."

    Sementara Sofia Sari Dewi, Manajer Mode label ini juga menerangkan pasar yang ditujunya adalah wanita berusia 18 hingga 30 tahun di kelas menengah ke atas dan merupakan generasi urban yang berani mencoba hal-hal baru yang selalu berkiblat pada tren.

    "Tema kami kali ini modern Indonesia yang menawarkan koleksi model yang up to date dengan kualitas bahan yang nyaman dipakai. Kemudian cuttingnya pas dengan bentuk tubuh. Kami menyajikan koleksi menarik yang mengadaptasi beragam pakaian daerah dari Sabang sampai Merauke sebagai ciri khas utama. Harga yang kami tawarkan mulai Rp 300 ribu sampai Rp 3 juta untuk setiap busana," ungkap Sofia.

    Sofia juga menjelaskan pemilihan nama labelnya terdiri dari kata swan yang berarti nama atau angsa dengan harapan akan selalu terbang membawa label ini lelalang buana ke manca negara. Sementara kata twenty atau 20 merupakan tanggal ulang tahun anak tertua pemilik label ini yang dipercaya angkanya membawa hoki atau keberuntungan.

    HADRIANI P

    Berita Terpopuler
    Ternyata Ada Kanker yang Dapat Disembuhkan 
    Gerakan Move On untuk Pendidikan Anak Indonesia 
    Memberi Kesempatan Anak Autis Berkarya dan Bekerja 
    Bukan Sekadar Bumbu, Daun Salam Juga Punya Sifat Obat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ronaldo Cetak Gol ke-800: Ini Jejak Gol Bersejarah CR7

    Ronaldo mencetak 800 gol sepanjang kariernya. Gol itu ia torehkan di laga Liga Inggris melawan Arsenal, 3 Desember lalu. Apa saja gol bersejarahnya?