Kegiatan Rutin Ringan Turunkan Risiko Disabilitas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang wanita lajang mendorong seorang bujangan di dalam troli belanja di toko milik situs kencan Perancis

    Seorang wanita lajang mendorong seorang bujangan di dalam troli belanja di toko milik situs kencan Perancis "adopt-a-guy" (adopte-un-mec) di Paris, Perancis, Rabu (12/9). REUTERS/Jacky Naegelen

    TEMPO.CO, New York - Aktivitas fisik harian yang ringan, seperti mendorong keranjang belanja, membersihkan lantai rumah dengan vacuum cleaner, atau berjalan-jalan di dalam museum, bisa menurunkan risiko seseorang secara signifikan dari kondisi disabilitas. Demikian sebuah penelitian terbaru mengungkapkan.

    Para ilmuwan menemukan bahwa orang yang menghabiskan waktu selama lebih dari empat jam setiap hari untuk melakukan aktivitas fisik ringan ternyata mempunyai peluang 30 persen mengalami penurunan risiko disabilitas dibandingkan mereka yang hanya beraktivitas fisik ringan selama tiga jam per hari.

    "Inti dari riset ini adalah tetaplah aktif sebisa mungkin. Meskipun hanya melakukan aktivitas fisik ringan, hal tersebut tetaplah bermanfaat," ujar ketua penulis hasil riset, Dorothy Dunlop, profesor di Center for Healthcare Studies di Feinberg School of Medicine Northwestern University, Chicago.

    Pemerintah federal Amerika, seperti dikutip situs Health Day edisi 30 April 2014, merekomendasikan agar orang dewasa melakukan 2,5 jam olahraga moderat per minggu. Dikatakan Dunlop, aktivitas tersebut bisa menurunkan risiko disabilitas pada seseorang.

    Namun, Dunlop melanjutkan, sebagian orang mengalami masalah kesehatan yang menyebabkan mereka tidak bisa berolahraga tertentu, seperti berjalan cepat, aerobik air, berdansa di ruang luas, dan bersepeda di bawah 10 mil per jam. Karena itu, para peneliti memutuskan untuk melihat apakah olahraga ringan bisa menurunkan risiko seseorang mengalami disabilitas dengan kondisi seperti lutut yang mengalami arthritis

    Studi terbaru ini melibatkan sekelompok orang yang terdiri dari 1.700 orang dewasa berusia 45-79 tahun. Mereka berpartisipasi dalam studi jangka panjang osteoarthritis. Partisipan tidak mengalami disabilitas tetapi mereka mengalami peningkatan risiko menjadi disabilitas karena arthritis lutut. "Temuan kami menunjukkan dukungan bagi orang dewasa yang kemungkinan tidak bisa meningkatkan aktivitas fisiknya secara intensif akibat terbatasnya kesehatan mereka," ujar Dunlop. Dia menambahkan, semakin lama aktivitas fisik ringan dilakukan, semakin rendah risiko terjadinya disabilitas. Hasil riset ini dipublikasikan dalam BMJ edisi online 29 April 2014.

    HEALTH DAY | ARBAIYAH SATRIANI

    Berita Lain:
    Erwiana, Mantan TKW Masuk TIME
    Mario Kahitna Tak Setuju UN Jadi Penentu Kelulusan
    Putus Cinta, Liam Payne Merasa Hancur

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.