Jika Anak Mengalami Kekerasan Seksual

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    lifehackery.com

    lifehackery.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus kekerasan seksual yang marak terjadi belakangan ini membuat orang tua harus lebih ketat dalam menjaga anak-anaknya. Sebab, ancaman dari para pelaku bisa datang dari lingkungan yang dekat dengan anak, seperti sekolah ataupun tempat bermain.

    Ada beberapa tanda jika anak telah menjadi korban kekerasan seksual. Misalnya, anak-anak jadi sering bermimpi buruk atau mengalami gangguan tidur secara tiba-tiba, seperti yang juga dialami siswa Taman Kanak-kanak Jakarta International School.

    Tanda lainnya, anak-anak akan berperilaku aneh, tidak seperti biasanya, misalnya jadi pendiam, tidak mau makan, ataupun perubahan emosional yang drastis. Perhatikan juga jika anak mulai memberikan "petunjuk" ketika mereka mulai membahas masalah seksual. Bisa jadi mereka sebenarnya ingin bercerita tapi takut.

    Anak yang menjadi korban kekerasan seksual juga akan takut untuk berbagi rahasia dengan orang tuanya. Jika intensitas ngobrol dengan anak mulai berkurang, mungkin mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Selain itu, jika anak membicarakan temannya yang lebih tua, Anda harus menggalinya lebih jauh untuk mencari apakah ada yang salah atau tidak.  

    Perhatikan juga jumlah mainan anak Anda, terutama yang baru. Jika bertambah, mungkin itu dari si pelaku sebagai "uang tutup mulut". Beberapa kasus juga pernah mengungapkan bahwa korban sering menanggap tubuhnya kotor, menjijikkan, dan buruk karena telah disentuh orang lain.

    RINDU P. HESTYA | NSOPW.ORG

    Berita Lain:
    Sajian Kuliner Indonesia Bersaing dengan Eropa dan Cina
    Tujuh Anjuran Kesehatan bagi yang Pergi Umrah
    Kisah Penikmat Dine-Out


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.