Film Aksi Berbahaya bagi Penderita Jantung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi pertolongan pertama orang yang terkena Serangan Jantung. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo. 20120403

    Ilustrasi pertolongan pertama orang yang terkena Serangan Jantung. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo. 20120403

    TEMPO.CO, London - Berbagai genre film bisa dipilih sebagai hiburan selingan di akhir pekan. Namun ternyata tidak semua jenis film "aman" ditonton, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit jantung.

    Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh University College London, ditemukan kaitan antara sinematografi dan emosi penonton. Para peneliti menemukan bahwa genre film aksi, atau film yang banyak menyajikan adegan menegangkan, cukup berbahaya bagi mereka yang jantungnya lemah karena akan memicu stres.

    Peneliti melakukan percobaan kecil terhadap 19 pasien penyakit jantung di sebuah rumah sakit. Mereka diminta menonton adegan dalam film Vertical Limit selama lima menit.

    Tekanan darah, denyut jantung, dan kecepatan napas pasien dipantau dengan saksama. Hasilnya, adegan panjat tebing dalam film tersebut ternyata mempengarui stabilitas detak jantung, meningkatkan tekanan darah, dan kecepatan bernapas para pasien.

    "Jika seseorang sudah memiliki penyakit jantung, akan sangat mudah mengalami stres yang luar biasa. Efeknya bahkan bisa jauh lebih berbahaya," kata dr. Ben Honson, seperti dilansir The Times, Sabtu, 17 Mei 2014.

    Namun Honson menjelaskan, efek menonton film aksi tidak akan selalu sama bagi setiap orang.  Hal ini tergantung pada keadaan fisik dan kondisi seseorang saat menonton suatu film. Penelitian ini akan diterbitkan dalam jurnal American Heart Association

    RINDU P HESTYA | THE TIMES

    Berita Lain:
    Kisah 1001 Malam Chanel di Dubai 
    Surabaya Tuan Rumah Pekan Mode Asia 
    Kisah 1001 Malam Chanel di Dubai



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.