Sinabung Bangkit, Maka Mehuli dan Indonesia Moveon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pengungsi korban erupsi gunung Sinabung bergotong-royong menanam kangkung di lahan yang dipinjamkan di desa Subul, Kabanjahe, Karo, Sumatra Utara, (18/2). Seorang dermawan meminjami tanahnya kepada 18 KK pengungsi untuk bercocok tanam di tanah tersebut. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pengungsi korban erupsi gunung Sinabung bergotong-royong menanam kangkung di lahan yang dipinjamkan di desa Subul, Kabanjahe, Karo, Sumatra Utara, (18/2). Seorang dermawan meminjami tanahnya kepada 18 KK pengungsi untuk bercocok tanam di tanah tersebut. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa menggulirkan program pemulihan pascabencana untuk para petani korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Program pemulihan ekonomi komunitas tersebut bertajuk “Sinabung Bangkit” diresmikan pada 22 Mei 2014.

    Menurut General Manager Program Ekonomi Dompet Dhuafa, Tendy Satrio, bantuan diberikan termasuk modal usaha pertanian seperti pematangan lahan, bibit, pupuk, air, dan pendukung lainnya.

    "Jumlah mitra dan luasan lahan dampingan program ini dapat memungkinkan bertambah sesuai dengan perkembangan hasil di lapangan,” kata Tendy  saat peluncuran program pada Kamis, 22 Mei 2014, di Desa Gong Pinto, Karo.

    Saat ini masyarakat Gung Pinto berusaha menatap masa depan lebih baik, secara ekonomi pasca erupsi Gunung Sinabung awal tahun 2014. Mereka pergi ke ladang dengan satu harapan, tanaman yang mereka rawat dengan segala keterbatasan sumber input pertanian saat ini, namun akan berbuah manis dengan hasil panen melimpah.

    Sejak November 2013 telah dilakukan respon tanggap darurat erupsi Sinabung. Berbagai aktivitas dilakukan seperti evakuasi, bantuan logistik, penangangan emergency, aktivitas dapur umum dan trauma healing khususnya untuk anak-anak di tenda-tenda pengungsian.

    Sinabung Bangkit, merupakan program untuk pemulihan ekonomi masyarakat Gung Pinto korban erupsi Sinabung berbasis pertanian. Secara konseptual, program ini memadukan antara pendekatan Community Development dengan pendekatan Community Farming, yakni konsep pengembangan pertanian berbasis pemberdayaan masyarakat.(Baca : Kanaya Tabitha Bikin Rumah Pandai untuk Sinabung)

    Maka inisisasi kelompok dan kelembagaan petani secara partisipatif menjadi kunci dasar dalam mengukur keberhasilan proses pelaksanaan program Sinabung Bangkit.

    Nama Maka Mehuli adalah proses partisipatif saat pembentukkan paguyuban petani yang membawahi 5 kelompok tani berjumlah 50 KK petani. Dipilihnya nama Maka Mehuli sebagai nama paguyuban petani Sinabung di Desa Gung Pinto memiliki makna tersendiri.

    Menurut Maju Tarigan sebagai ketua paguyuban, Maka Mehuli artinya agar lebih baik, korelasinya dengan adanya paguyuban yang diprakarsai oleh program ini maka kehidupan masyarakat Sinabung akan lebih baik lagi.

    Hadir pula saat peluncuran program tersebut Eri Sudewo (pendiri Dompet Dhuafa, Dinas Pertanian setempat, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada (Medan), Etika Setiawanti (PR Manager Dompet Dhuafa) dan Paguyuban Maka Mehuli, Karo.

    Doa dalam nama paguyuban Maka Mehuli secara spirit menyambung dengan semangat "Indonesia Move On" yang saat ini sedang dikobarkan bagi masa depan Indonesia yang lebih baik.

    EVIETA FADJAR

    Berita lain:
    Olga, Aburizal dan Mahfud Md Terapi Stem Cell
    Ini Sebab Minyak Zaitun Bagus untuk Jantung Kita
    Benarkah Es Krim Bisa Perbaiki Mood?
    Membidik Momen-momen Jalanan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.