Permen Karet Camilan Wajib Saat Diet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    TEMPO/ Sudaryono

    TEMPO/ Sudaryono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan orang meyakini permen karet merupakan salah satu jenis makanan yang buruk bagi kesehatan gigi. Namun situs Healthmeup.com melansir permen karet merupakan salah satu camilan wajib saat berdiet.

    Situs itu menyarankan orang yang sedang berdiet agar mengunyah permen karet guna menghindari godaan untuk terus-menerus mengunyah makanan. Permen karet yang memiliki lebih sedikit kalori dibandingkan camilan lain akan meredam serangan lapar yang sering muncul tiba-tiba. (Baca juga: Sehatkah Mengkonsumsi Permen Karet?)

    Mengunyah permen karet bagi mereka yang sedang berdiet juga dianjurkan karena meningkatkan proses pencernaan. Aktivitas mengunyah permen karet setelah makan membantu mengurangi pembentukan asam di perut melalui peningkatan jumlah air liur. Tak hanya baik untuk urusan diet, penelitian juga membuktikan permen karet dapat meningkatkan memori. Mengunyah permen karet dapat meningkatkan detak jantung dan persediaan oksigen di otak.

    Selain itu, permen karet dapat mengurangi stres. Orang yang mengunyah permen karet akan merasa lebih rileks dan tak mudah frustrasi.

    Bertentangan dengan keyakinan bahwa permen karet dapat merusak gigi, Healthmeup justru menyatakan mengunyah permen ini dapat menjaga kebersihan mulut dari infeksi. Sebab, peningkatan jumlah air liur yang dihasilkan saat mengunyah permen karet bebas gula akan membersihkan bakteri yang bersarang di mulut. (Baca: Permen Karet Bantu Konsentrasi Otak)

    LINDA HAIRANI | HEALTHMEUP

    Berita Terpopuler
    Kalla Gunakan Jenderal Rekening Gendut Dekati Mega 
    Tersangka, Suryadharma Jadi Calon Menteri Prabowo 
    Kasus Haji, Anggito Curhat ke Syafii Maarif


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.