Pesepeda Ternyata Lebih Berbahagia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama bersepeda dalam liburan keluarga di Manuel F. Correllus State Forest di West Tisbury, Martha's Vineyard, Jumat (16/8). REUTERS/Larry Downing

    Ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama bersepeda dalam liburan keluarga di Manuel F. Correllus State Forest di West Tisbury, Martha's Vineyard, Jumat (16/8). REUTERS/Larry Downing

    TEMPO.CO, New York - Kabar baik untuk pencinta sepeda. Mengayuh sepeda tak hanya memberikan manfaat pada kesehatan fisik, tapi juga kesehataan mental. Sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa orang yang menggunakan sepeda dari satu tempat ke tempat lain secara umum lebih bahagia dibanding mereka yang mengemudikan mobil sendiri atau menggunakan kendaraan umum.

    Ketua tim riset, Eric Morris, dari Clemson University di South California, mengatakan orang berada dalam mood terbaiknya saat mengayuh sepeda dibanding ketika menggunakan moda transportasi lain. "Pesepeda umumnya lebih muda dan secara fisik lebih sehat, yang merupakan sifat umum orang-orang yang lebih bahagia," kata Morris, seperti dikutip situs Health Day edisi 3 Juni 2014. (Baca: Selebritas Ini Hobi Gowes Sepeda)

    Para ilmuwan meneliti perbedaan emosi seseorang saat mereka melakukan perjalanan. Menggunakan data yang dikumpulkan oleh Bureau of Labor Statistics, mereka menilai perasaan seperti kebahagiaan, kepahitan, stres, rasa letih, dan kesedihan. Makna perjalanan juga dimasukkan dalam salah satu faktor yang diperhitungkan.

    Menurut hasil riset yang dipublikasikan di jurnal Transportation, para pesepeda menjadi sebuah grup yang terpisah dari orang secara umum. Pejalan kaki bersama-sama dengan pesepeda menjadi yang paling bahagia, disusul dengan penumpang mobil di posisi kedua. Sedangkan posisi berikutnya ditempat pengemudi mobil.

    Sebaliknya, penumpang bis dan kereta menjadi traveler yang paling tidak bahagia. Namun kereta dan bis umumnya digunakan dari rumah ke tempat kerja--mungkin menjadi alasan mereka yang menumpang dua jenis kendaraan umum itu kurang antusias. Menurut para peneliti, pengalaman emosional saat menaiki moda transportasi sama pentingnya dengan waktu perjalanan. (Baca: Mahasiswa di Kampus Ini Wajib Naik Sepeda Gowes)

    "Memahami hubungan antara bagaimana kita melakukan perjalanan dan bagaimana kita memberikan pandangan mengenai cara untuk meningkatkan layanan transportasi, memprioritaskan investasi, teori, serta model pembiayaan dan manfaat dari perjalanan," kata Morris.

    HEALTH DAY | ARBA'IYAH SATRIANI

    Terpopuler:
    KPK Cegah Teman Dekat Ibas Yudhoyono
    Tujuh Gereja di Cianjur Diancam Ditutup Paksa 
    Foto Topless Dikecam, Scout Willis Tidak Menyesal 
    Jakarta Bertabur Artis Bintang Dunia Juni Ini 
    PDIP: Tak Ada Perwira TNI di Tim Sukses Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pentingnya Air Putih Setelah Anda Makan

    Makan tentu tak nikmat bila tidak minum air putih setelahnya. Selain nikmat, air putih juga memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh.