Farah Angsana Ingin Buat Label Busana Muslim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Farah Angsana. TEMPO/Nurdiansah

    Farah Angsana. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Desainer Farah Angsana berkeinginan membuat label pakaian muslim. Farah, yang merintis kareirnya di Paris Fashion Week, sebelumnya sudah pernah merilis label pakaian pria, couture, bridal, dan ready to wear.

    “Saya ingin bikin label pakaian muslim suatu hari nanti. Tapi belum tahu kapan,” kata Farah di Gandaria City, Jakarta, Rabu, 4 Juni 2014. Farah mengunjungi Jakarta untuk menghadiri Indonesia Creative Week yang digelar di Skeeno Hall, 4-7 Juni 2014.

    Jika keinginan itu terwujud, Farah berencana memasarkan karyanya itu ke Indonesia, “Atau bisa juga ke Timur Tengah." Farah mengatakan karyanya tentu akan sedikit berbeda dengan karakter desainnya sekarang yang seksi dan seduktif. “Tentu harus layak untuk mereka yang berhijab.” (Baca: Desain Farah Angsana, Langganan Selebritas Dunia)

    Farah Angsana, 43 tahun, adalah satu dari sedikit desainer Indonesia yang merintis kariernya secara internasional. Istri dari pengusaha keuangan Swiss, Pius Gasser, ini pertama kali meluncurkan koleksinya di Paris Fashion Week. Sejak 2008, ia rutin mengikuti New York Fashion Week. Selain itu, ia pernah mengikuti Los Angeles Fashion Week.

    Farah dikenal dengan gaun-gaunnya yang glamor, elegan, seksi, dan seduktif, serta layak digunakan dalam acara red carpet. Gaun karyanya pernah dipakai pesohor dunia seperti Ashley Tisdale, Olivia Wilde, Carrie Underwood, Eva Longoria, Paula Abdul, Holly Robinson Peete, Olivia Wilde, Alicia Silverstone, Dania Ramirez, Anne Hathaway, Emmy Rossum, Mary Elizabeth Winstead, dan Blake Lively.

    SUBKHAN



    Berita Terpopuler
    Kenali Penyebab Kerusakan Ginjal  
    Prabowo dan Hatta, Beda Pakaian Beda Saku  
    Gara-gara Gadget, Warga Kota Terancam Neuropati  
    Dekranas Dorong Promosi Kerajinan Anyaman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.