Inspirasi Jadul ala Kemeja ROCKInc  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rindra di Indonesia Creative Week 2013. Istimewa

    Rindra di Indonesia Creative Week 2013. Istimewa

    TEMPO.CO , Jakarta - Lagu Agogo dari grup musik Dara Puspita menghentak mengiringi peragaan busana yang digelar oleh ROCKInc Indonesia dalam acara Indonesia Creative Week 2014 di Skeeno Hall, Gandaria City. Ini adalah pertama kalinya ROCKInc menggelar peragaan busana. Lagu-lagu dari Dara Puspita--band wanita beraliran musik rock pertama di Indonesia--dipilih karena mewakili karakter mereka.

    “Bagi kami, Dara Puspita adalah salah satu nama besar yang mewakili konsep brand kami, yaitu vintage,” ujar Denny Nugraha, 35 tahun, kepada Tempo, Kamis, 5 Juni 2014.

    Gemar akan segala hal dengan konsep vintage 1960-an, Denny bersama rekannya, Zen Sutawijaya, 37 tahun, merintis ROCKInc lima tahun lalu. “Awalnya justru dimulai dari jual-beli furniture atau berbagai macam barang dengan konsep modern vintage living,” kata Zen.

    Perlahan-lahan, bisnis mereka mulai merambah clothing line. “Denny suka kemeja, sedangkan saya lebih suka bikin t-shirt,” ujar Zen. Begitu juga soal aksesori. Denny suka membuat dasi kupu-kupu, sementara Zen lebih suka membuat shawl bagi pria.

    Jadilah dua-duanya membuat pakaian sesuai dengan selera mereka. “Dengan pemikiran sederhana, kalau enggak laku, nanti untuk dipakai sendiri. Sesimpel itu,” kata Denny. Baik Zen maupun Denny tidak punya latar belakang desain. “Latar belakang keilmuan kami justru manajemen, dan tidak pernah sekolah desain ataupun fashion,” kata Zen.

    Kebetulan, keduanya suka berbelanja dan mulai mengamati pola ataupun desain pakaian yang mereka beli. “Ya, semuanya jadi learning by doing,” kata Denny.

    Modal awal mereka saat memulai usaha kreatif ini mencapai kisaran Rp 10 juta. “Itu dulu uang hasil kerja bareng dari bisnis event organizer,” kata Zen. Saat memulai bisnisnya, mereka justru langsung balik modal dalam waktu satu bulan. “Tapi ternyata memang disuruh untung dulu, baru deh, turun setelah itu,” ujar Denny.

    Meskipun sudah yakin mengusung konsep vintage, pengetahuan yang belum cukup soal cara membaca pasar pernah membuat mereka salah perhitungan. “Kami pernah bikin baju banyak-banyak, tapi ternyata enggak laku, dan kainnya masih ada sampai sekarang,” kata Zen.

    Mereka pun sempat berubah haluan membuat pakaian wanita, sebelum akhirnya kembali berfokus pada pakaian pria dengan konsep vintage hingga kini. Keduanya mengaku kapok membuat pakaian wanita. "Lebih ribet dan susah ngikutinnya," kata Denny.

    SUBKHAN


    Berita Lain
    Al Quran Dibacakan untuk Pertama Kali di Vatikan 

    Ulama Berpesan Prabowo Jangan Seperti Orde Baru 

    Malaysia Larang Peredaran Sampul Album Jimi Hendrix


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.