Para Peraih Women in Leadership Appreciation  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Mari Elka Pangestu. TEMPO/Seto Wardhana

    Mari Elka Pangestu. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Linda Amalia Sari Gumelar dan Mari Elka Pangestu merupakan dua sosok perempuan yang diberi penghargaan Women in Leadership Appreciation oleh Standard Chartered dalam acara gala dinner di Hotel Mandarin pada 11 Juni 2014.

    Menurut CEO Standard Chartered Tom Aaker, malam apresiasi ini digelar sebagai bentuk pembuktian bahwa perempuan merupakan sumber daya manusia yang punya posisi kuat dan mampu bersaing di segala bidang, khususnya perbankan.

    Tom mengatakan apresiasi ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada wanita agar mampu memberikan kontribusi yang lebih. “Sebagian nasabah kami, wanita. Saat ini perbandingan antara nasabah wanita dan pria sudah 50 : 50. Di internal kami, karyawan tahap awal, porsi wanitanya selalu lebih dari 50 persen dan semakin berkurang ketika mulai ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.

    Tom memberi tahu, pada tingkat direksi, perusahaannya memiliki 15 direktur, lima di antaranya adalah wanita. Hal ini merupakan salah satu bentuk apresiasi yang juga perlu diketahui para karyawan wanita agar mereka mampu masuk ke level tersebut. “Saat ini porsi direksi wanita mencapai 30 persen. Semoga beberapa tahun ke depan porsinya bisa mencapai 50 persen."

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu mengatakan komposisi pemimpin wanita yang ada di dunia hanya 5 persen, sedangkan di Indonesia masih sedikit lebih tinggi, yakni 8 persen. (Baca : Ini 21 Perempuan Inspiratif Indonesia)

    "Pemimpin wanita memang lebih sulit dicari karena kesibukannya yang tidak sedikit antara pekerjaan dan rumah tangga. Terkadang wanita memang sulit memposisikan diri antara urusan pekerjaan dan rumah tangga. Namun suasana kompetitif antara wanita dan pria tetap harus dilanjutkan,” tuturnya. Ia mengaku terharu diberi penghargaan. Karena itu, ia dan akan membuktikannya dengan kerja profesional.

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan para wanita harus memiliki kemampuan mandiri agar bisa membentuk keluarga dan generasi yang lebih baik ke depannya.

    "Keindahan bagi kami adalah diakui secara internasional. Di sisi lain, mari kaum perempuan meningkatkan kemampuan diri dan perhatikan kaum perempuan yang masih belum dapat akses, masih tertinggal ,dan rentan pada masalah yang terjadi," katanya.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Depok, Kota dengan Angka Diabetes Tertinggi
    Belanja Sambil Berdonasi 
    Toko Khusus Busana Muslim Karya 60 Desainer
    Tumbuh Kembang Anak Tergantung Kesehatan Cerna


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.