Awas, Pipis di Kolam Renang Bisa Berakibat Fatal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Berenang. mojesanje.si

    Ilustrasi Berenang. mojesanje.si

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda gemar berenang? Sebaiknya, hindari buang air kecil di dalam kolam.

    Menurut penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal Environmental Science & Technology, senyawa air seni yang bercampur dengan klorin, yang banyak dipakai untuk membersihkan air di banyak kolam renang, bisa sangat berbahaya bagi kesehatan. Ahli kimia Ernest Blatchley dari Purdue University menyatakan asam urat dalam urine jika bercampur dengan klorin akan menghasilkan senyawa yang disebut sianogen klorida (CNCI) dan trichloramine (NCl3). Ketika terminum dalam volume besar, bahan kimia ini dapat merusak organ internal.

    Senyawa kimia ini bisa terbentuk bahkan hanya dengan 30 sampai 80 mililiter urine. "Terutama di kolam renang indoor, ada kemungkinan senyawa ini menyebabkan beberapa iritasi," kata dia.

    CNCI adalah senyawa beracun yang sangat berbahaya bagi organ seperti paru-paru, jantung, dan sistem saraf pusat. Adapun NCl3 kerap dikaitkan dengan cedera paru-paru akut.

    "Kesalahpahaman yang umum dalam komunitas renang adalah bahwa buang air kecil di kolam adalah praktek yang dapat diterima, padahal tidak demikian," kata dia. Bahkan, hanya dengan 30 mililiter urine, senyawa berbahaya itu sudah terbentuk.

    Buang air sembarangan saat berenang hanya bisa dilakukan jika berenang di laut, kata Lauren Wolf, editor di Chemical & Engineering News. "Air dan garam yang terkandung dalam air seni segera melarut dalam air laut," kata dia. Selain itu, air laut bebas klorin, senyawa yang bersifat racun jika bercampur dengan air seni.

    HUFFINGTON POST | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pentingnya Air Putih Setelah Anda Makan

    Makan tentu tak nikmat bila tidak minum air putih setelahnya. Selain nikmat, air putih juga memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh.