Gangguan Pencernaan di Awal Ramadan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi tukak lambung. wakegastro.com

    Ilustrasi tukak lambung. wakegastro.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Minggu pertama Ramadan sering disebut sebagai fase terberat berpuasa. Seperti yang dialami Ria Diani, 22 tahun. ”Hari ketiga Ramadan, saya bolak-balik bermasalah dengan pencernaan. Hari pertama sempat diare. Lalu hari kedua, ketiga, maag yang saya derita mulai rewel,” kata manajer pemasaran di sebuah perusahaan perencanaan keuangan itu.

    Memang, pada awal Ramadan, tak sedikit orang yang menderita diare karena ada penyesuaian pola makan. Diare sering dianggap sebagai salah satu penyebab terbesar batalnya puasa dan biasa terjadi pada pagi hari.

    Menurut dokter Ary Fachrial, pakar gastrologi atau ilmu sistem pencernaan, penyebab utama diare adalah konsumsi makanan yang tidak tepat saat sahur dan berbuka puasa. Salah satunya adalah makanan yang terlalu pedas dan asam.

    Dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Muhamad Husni Thamrin, dan Rumah Sakit Islam Jakarta tersebut juga mengatakan diare sangat mungkin muncul akibat kebiasaan menyantap makanan yang dijual di pinggir jalan, yang kebersihannya tidak terjamin.

    Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar pandai-pandai memilih makanan dan minuman. Selain ancaman diare, gangguan ulu hati merupakan masalah yang sering dikeluhkan pasien yang berpuasa pada awal Ramadan. “Kendati nyeri ulu hati memang tidak sampai membatalkan puasa, untuk sebagian pasien hal itu sangat mengganggu," ujar Ary.

    Ajaran agama menganjurkan supaya kita berpuasa dan tetap sehat. Untuk itu, menurut Ary, perhatian terhadap makanan dan minuman saat berbuka dan sahur sangatlah penting. "Demi terhindar dari gangguan pencernaan dan supaya tetap bisa melaksanakan puasa tanpa batal," ujarnya. (Baca: Puasa Dapat Hilangkan Racun dan Toksin )

    Dikatakan Ary, dalam alur berpuasa, terutama setelah 6-8 jam perut kosong, bisa terjadi peningkatan asam lambung yang dapat menimbulkan gejala sakit maag. Menurut dia, keadaan ini biasanya berlangsung hanya saat minggu pertama puasa dan menghilang pada pekan-pekan berikutnya.

    Nah, pada orang yang sehat, gejala sakit maag ini dapat diatasi dengan pilihan makan yang tepat saat berbuka dan sahur. Yang juga bisa dilakukan untuk menjaga stamina saat berpuasa adalah memilih aktivitas yang tidak memicu peningkatan udara di dalam lambung atau peningkatan asam lambung.

    Bagi orang yang sudah memiliki gangguan lambung, menurut Ary, berpuasa akan memperparah keadaan, terutama bila tidak diobati dengan tepat saat puasa minggu pertama. Tapi, bila berhati-hati, para penderita maag dapat beribadah puasa seperti orang lain. Bahkan, tak jarang orang dengan sakit maag justru tidak kambuh sakitnya selama berpuasa.

    HADRIANI P.

    Berita Terpopuler
    Aurel Hermansyah Makin Cantik dengan Wajah Tirus 
    Iis Dahlia Pakai Seragam Polisi, Ini Komentarnya 
    Jokowi-JK Banjir Dukungan Lewat Lagu 
    Cerita Tiga Komedian Dukung Jokowi-JK Lewat Lagu  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.