Kosmetika Wardah, Berawal dari Produk Rumahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Nurhayati Subakat, pendiri dan pemilik Wardah. wikipedia

    Nurhayati Subakat, pendiri dan pemilik Wardah. wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Nurhayati Subakat, 64 tahun, merupakan pengusaha kosmetika Wardah yang memiliki omzet Rp 200 M sebulan, dengan luas pabrik 6,5 hektare di Tangerang.

    Nurhayati mengawali usahanya pada 1985. Perempuan asal Padang Panjang, Sumatera Barat, ini lulusan farmasi di Institut Teknologi Bandung.

    Ia memulai karier sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum Padang. Kemudian ia pindah ke Jakarta dan bekerja di perusahaan kosmetik Wella, sebagai staf quality control.

    "Awalnya setelah lulus mau buat apotik di rumah. Tapi terkendala tempat yang strategis dan juga punya modal pas-pasan," kata Nurhayati di acara Business Sharing, Light Ramadhan, milad ke-21 Dompet Dhuafa di Ballroom Amazing, Hotel Koetaradja, Cikini, pada Sabtu, 12 Juli 2014.

    Dari sini, ia mencoba memulai bisnis sendiri. Karena anak keduanya, Salman, mulai protes saat dia kerja pada tahun 1979 hingga 1985. "Saya buka kosmetik skala kecil dan berhenti bekerja mulai menjadi wirausaha," cerita Nurhayati.

    Niat tulus ingin mengawasi anak sambil wirausaha ini dimuluskan oleh Allah. Ia mulai membuat sampo, "Tapi tidak bisa menjualnya, coba tawarkan ke warung, ke rumah-rumah sampai panggil pembantu buat coba produknya. Padahal produk itu kelas internasional, bagus," katanya sambil tertawa.

    Akhirnya, ia mulai menjual ke salon-salon. Khusus obat keriting. Anaknya mempertanyakan, kenapa ibunya membuat obat keriting padahal sudah berjilbab. "Saat itu belum membuat produk Islami," katanya. (Baca: MUI Gelar Indonesia Halal Expo di Surabaya)

    Kini, Wardah Cosmetics mencatatkan pertumbuhan yang tinggi. Wardah Cosmetics memiliki perkembangan omzet 75 persen per tahun selama empat tahun terakhir. Bahkan, lewat usaha bisnisnya, Nurhayati memberikan zakat sebesar Rp 1 M kepada Dompet Dhuafa.

    Menurut survei AC Nielsen, perkembangan omzet kosmetik per tahun hanya 15 persen per tahun. Sebuah momentum yang menguntungkan bagi Wardah karena bermain di pasar kosong dan nyaris tanpa saingan.

    Nurhayati masih semangat menjalani bisnisnya. "Setiap subuh saya selalu baca laporan, sampai anak saya tanya, apa tidak bosan bekerja," kata dia sambil tertawa.

    "Saya bilang, selalu menjaga konsistensi semangat, harus ditanamkan saya senang bantu orang, hati jadi senang. Karyawan tambah banyak, ada kebahagiaan sendiri buat saya selalu bekerja. Intinya berbagi untuk orang lain, tidak hanya diri sendiri," kata Nurhayati.

    Saat ini perusahaannya punya rencana untuk mengembangkan produk lain. Nurhayati mengatakan, "Bisnis kami baru produk kosmetik. Kami berencana melakukan diversifikasi (pengembangan) produk".

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Bantuan untuk Palestina dari Dompet Dhuafa
    Batuk Jangan Lebih dari Tiga Hari
    Bahan Succus Liquorice Dipercaya Sejak 2.000 Tahun Lalu
    Tanaman Organik Lebih Banyak Simpan Antioksidan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.