Umat Islam Baru Zakat Sebesar 1 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi membayar zakat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Ilustrasi membayar zakat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut Baznas hanya sekitar 1% saja umat Islam yang sadar dan mau berzakat. Padahal potensi zakat umat 270 trilyun per tahun. Sekitar 4,34 persen dari gross domestic product (GDP) Indonesia.

    Mewabahnya pandemi berbahaya korupsi dan suap disemua lapisan masyarakat Indonesia dan lemahnya jiwa juang ummat dengan harta untuk agama dan bangsanya. Menyisihkan sebagian harta di jalan Allah adalah bentuk puncak ibadah dalam agama Islam. Infak nyawa adalah badan, sementara infak harta adalah ruh.

    Berangkat dari kondisi itu,Yayasan Pusat Peradaban Islam mengajak masyarakat Islam untuk menyalurkan zakat, menyisihkan sedekah dan memberikan infak di jalan Allah melalui program Tabung Infaq.

    Hal  ini  dikatakan Chairman Yayasan Pusat Peradaban Islam (YPPI) Ustad Bachtiar Nasir LC, MM dalam acara launching program Tabung Infak di Jakarta,  Sabtu  19 Juli 2014.
    "Zakat membebaskan diri dari kemiskinan jiwa dan harta. Sedekah membebaskan diri dari musibah dan membahagiakan diri. Infaq juang memuliakan diri, membangun keluarga terhormat dan memajukan bangsa." kata Ustad Bachtiar Nasir.

    Bachtiar mengatakan, tabung Infaq merupakan  lembaga pengumpul dan pengelola dana infaq umat di bawah YPPI yang didirikan 19 Juli 2014 di Jakarta dengan modal awal Rp 2 miliar.(Baca :Potensi Zakat Kota Bogor Mencapai Rp 130 Miliar )

    Tabungan Infaq ini akan dimanfaatkan nantinya untuk membangun universitas Islam untuk kaderisasi ulama. Program kaderisasi dan kepemimpinan ulama akan dimaksimalkan.

    Selain itu, tabungan ini akan dimanfaatkan untuk memberikan beasiswa pendidikan SMU atau sederajat dan perguruan tinggi. "Banyak lagi manfaatnya, seperti dalam bidang sosial dan kesehatan. Yang jelas kami ingin memberdayakan umat dengan maksimal," kata Bachtiar yang juga Sekjen Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI). Pusat lembaga berkedudukan di Jakarta ini akan memiliki cabang dan perwakilan di seluruh Indonesia.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Merokok Bisa Jadi Pemicu Bunuh Diri
    Koleksi Simpel Elegan Lebaran dari Amy Atmanto
    Alleira Batik, Koleksi Lebaran dari Mozaik Unik
    Rambu-Rambu Sebelum Berlari di Pantai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.