Ancaman Empat Penyakit Menular di Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas Kementrian Kesehatan melakukan simulasi penanganan penyakit menular berbahaya di Bandara Halim Perdana kusuma, Jakarta (5/12). Simulasi ini bertujuan menyiapkan tenaga medis saat menghadapi pasien yang terkena penyakit menular berbahaya. TEMPO/ Tony Hartawan

    Petugas Kementrian Kesehatan melakukan simulasi penanganan penyakit menular berbahaya di Bandara Halim Perdana kusuma, Jakarta (5/12). Simulasi ini bertujuan menyiapkan tenaga medis saat menghadapi pasien yang terkena penyakit menular berbahaya. TEMPO/ Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit menular menjadi masalah penting di dunia. Dalam surat elektronik yang dikirim Tjandra Yoga Aditama pada Minggu, 20 Juli 2014, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan ini menceritakan, dalam tiga pekan ini, ada empat penyakit menular yang jadi masalah penting di dunia.

    "Kalau mau dikatakan trending topic bidang kesehatan dunia, empat penyakit menular ini lagi berjaya, seperti Middle East respiratory syndrome (MERS) atau virus corona, lalu flu burung, ebola, dan polio," kata Tjandra.

    Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan ini memaparkan, berdasarkan keterangan Badan Kesehatan Dunia (WHO), untuk kasus MERC CoV di dunia ada 827 kasus dengan 287 kematian.

    "Sepanjang Juli 2014, WHO menerima laporan MERS CoV berupa tujuh kasus di Saudi Arabia dan satu kasus di Iran," kata Tjandra.

    Adapun untuk flu burung yang kini banyak dilaporkan adalah akibat avian influenza A (H7N9). "Yang terlahir dari data Badan Kesehatan Dunia (WHO) dari Cina dan Taiwan untuk kasus flu burung. Adapun untuk kasus ebola di Afrika ada sekitar 844 kasus dengan 518 kematian. Untuk kasus ebola dilaporkan ada 50 kasus dengan 24 kematian," katanya.

    Tjandra juga menjelaskan para menteri kesehatan beberapa negara di Afrika sudah melakukan koordinasi untuk penanggulangan bersama, terutama untuk kasus-kasus yang terjadi di Liberia, Guinea, dan Siera Leona. (Baca: Virus Ebola Tewaskan 59 Warga Guinea)

    Mengenai penyakit menular polio, Tjandra mengatakan, di satu sisi kini dunia menuju situasi bebas polio, termasuk Indonesia yang sudah mendeklarasikan bebas polio pada Mei lalu. "Namun kini ada virus polio liar seperti laporan yang diterima Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menemukan Wild Polio Virus type 1 (WPV 1) di sistem pembuangan. Kemudian, juga laporan penemuan WPV 1 di Equatorial Guinea dan Kamerun," dia menjelaskan.

    Sejauh ini, kata Tjandra, pengendalian penyakit di Indonesia sudah mempunyai sistem untuk menangani masalah kesehatan global. "Baik melalui mekanisme International Health Regulation (IHR) 2005, lalu melalui konsep pencegahan deteksi dan respons. Kemudian agenda keamanan kesehatan global," kata Tjandra.

    HADRIANI P.

    Berita Terpopuler
    Merokok Bisa Jadi Pemicu Bunuh Diri
    Koleksi Simpel Elegan Lebaran dari Amy Atmanto
    Alleira Batik, Koleksi Lebaran dari Mozaik Unik
    Rambu-Rambu Sebelum Berlari di Pantai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.