Ini 5 Jenis Ulos dalam Tradisi Tenun Batak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Mahasiswa ITB asal Sumatera Utara mengenalkan jenis kain ulos pada Festival Seni dan Budaya ITB di sepanjang Jalan Ganeca, Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/3). TEMPO/Prima Mulia

    Mahasiswa ITB asal Sumatera Utara mengenalkan jenis kain ulos pada Festival Seni dan Budaya ITB di sepanjang Jalan Ganeca, Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/3). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Merdi Sihombing menjelaskan seluk-beluk ulos termasuk jenisnya. Dalam buku yang ditulisnya berjudul Perjalanan Tenun, Merdi menjelaskan mengenai lima jenis ulos yang ada dan berlaku dalam tradisi Batak, di restoran Palalada, Grand Indonesia, pada 12 Agustus 2014. Berikut ini kelima ulos itu.

    1. Ulos jugja atau pinunsaa adalah ulos yang harga dan nilainya sangat mahal. Ulos ini tidak boleh dipakai sembarangan. Kecuali orang yang sudah saur matua atu gabe, yaitu orang tua yang semua anak laki-laki dan perempuannya sudah memberi cucu laki-laki dan perempuan. Ulos jenis ini menjadi langka lantaran tak semua orang mencapai status seperti ini. Karena kelangkaan ini, banyak yang tidak mengenalnya dan sering menjadi barang warisan berharga dari orang tua kepada anaknya.

    2. Ulos ragi idup bisa dipakai untuk berbagai keperluan pada upacara adat maupun sukacita. Dulu ulos ini dikenakan para raja hingga masyarakat kalangan menengah. Pembuatan ulos jenis ini sangat unik dan berbeda dengan pembuatan ulos lainnya, biasa dikerjakan secara gotong-royong dan terpisah oleh orang yang berbeda. Pada kedua sisi ulos, kiri dan kanan atau ambi, dikerjakan oleh dua orang.

    Adapun kepala ulos atas hingga bawah, disebut tinorpa, dikerjakan oleh dua orang lainnya. Ulos bagian tengah atau badan, disebut tori, hanya dikerjakan satu orang. (Baca: Resepsi Adat, Duma Riris Pakai Gaun 10 Kilogram)

    Hasil tenunan dari kelima orang ini lalu disatukan atau di-hot, maka dinamai ragi idup, yang memiliki makna pengerjaannya harus selesai dalam waktu tertentu menurut hatiha atau kalender Batak. Ulos ini dikenakan saat upacara pernikahan yang diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada orang tua pengantin laki-laki sebagai ulos pasamol.

    3. Ulos ragi hotang biasa diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada kedua mempelai yang tujuannya supaya ikatan batin kedua mempelai kuat seperti hotang atau rotan.

    4. Ulos sadum merupakan jenis ulos yang penuh warna-warni, biasa dikenakan pada waktu sukacita untuk pesta panen padi atau merayakan sesuatu. Karena keindahannya, ulos ini sering dipakai sebagai ulos kenang-kenangan atau dibuat sebagai hiasan dinding.

    5. Ulos runjat merupakan jenis ulos yang dikenakan para orang kaya atau orang terpandang, yang menyebutnya ulos endang-endang atau pergi ke undangan. Biasa diberikan untuk pengantin dari keluarga dekat atau upacara pemberian restu dalam suasana sukacita, seperti syukuran menempati rumah baru.

    HADRIANI P.

    Berita Terpopuler
    Kasus Robin Williams, Ini 6 Fakta Penting Depresi
    Baby Growth Spurts, Waktunya Bayi Rewel
    Segudang Manfaat Pepaya 
    Ini Penyebab Muncul Fenomena Jilboobs 
    Penerus Hermes Jadi Penasehat Anti Aging Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ronaldo Cetak Gol ke-800: Ini Jejak Gol Bersejarah CR7

    Ronaldo mencetak 800 gol sepanjang kariernya. Gol itu ia torehkan di laga Liga Inggris melawan Arsenal, 3 Desember lalu. Apa saja gol bersejarahnya?