Penderita Histeria Tak Mampu Hadapi Kesulitan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang anggota keluarga dari penumpang kapal Malaysia Airlines MH370 berteriak meronta ronta pada wartawan setelah menonton siaran televisi dari sebuah konferensi pers, di Hotel Lido di Beijing, Cina. Kerabat penumpang  penerbangan Malaysia Airlines bereaksi dengan histeris pada hari Senin setelah perdana menteri Malaysia mengumumkan jet berakhir perjalanannya di Samudra India selatan. REUTERS/Jason Lee

    Seorang anggota keluarga dari penumpang kapal Malaysia Airlines MH370 berteriak meronta ronta pada wartawan setelah menonton siaran televisi dari sebuah konferensi pers, di Hotel Lido di Beijing, Cina. Kerabat penumpang penerbangan Malaysia Airlines bereaksi dengan histeris pada hari Senin setelah perdana menteri Malaysia mengumumkan jet berakhir perjalanannya di Samudra India selatan. REUTERS/Jason Lee

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain menderita bipolar, artis Marshanda dikabarkan juga mengalami histeria. Dalam istilah kedokteran, histeria merupakan suatu kompleks neurosa mengambil bentuk yang bervariasi.

    Menurut psikiater Awaludin Ramlan, gangguan histeria ditandai dengan ketidakstabilan emosional, represi, disosiasi, dan sugestibilitas. Gangguan ini sudah dikenal sejak zaman dulu atau ratusan tahun lau. Secara umum memang banyak melanda kaum Hawa.

    Kepada Tempo, Selasa, 12 Agustus 2014, ia menjelaskan histeria seperti gangguan jiwa lainnya dan terjadi akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi kesulitan masalah hidupnya. Biasanya mengalami tekanan perasaan, kegelisahan, kecemasan dan pertentangan batin.

    "Secara umum histeria adalah dalam menghadapi kesulitan atau kesukaran di dalam hidup seseorang yang tidak mampu menghadapinya dengan cara yang wajar. Pada akhirnya melepaskan tanggung jawab, berlari secara tidak memunculkan gejala-gejala histeria yang tidak wajar, baik yang berhubungan dengan fisik ataupun mental," kata psikiater yang berpraktek di kliniknya di kawasan Kelapa Gading ini. (Baca: Pesan Ibunda kepada Marshanda)

    Psikiater yang biasa disapa Awaludin ini menerangkan, dalam sejarahnya, histeria terjadi sejak ratusan tahun lalu di Eropa Barat. Pada abad 19, histeria menjadi pembahasan dalam literatur di bidang medis di seluruh dunia.

    "Pada awalnya memang banyak diderita perempuan. Dengan tanda-tanda mengalami pingsan, gugup, hasrat seksual tak jelas, insomnia, kejang, sesak napas, mudah tersinggung dan jadi pemarah, hingga kehilangan nafsu makan," katanya. (Baca: Dugaan Derita Bipolar, Keluarga Marshanda Bungkam)

    Melalui pengamatan Awaludin, apa yang dialami Marshanda boleh jadi mengalami histeria. "Meskipun untuk memastikan langsung kebenaran semuanya mesti melalui proses pemeriksaan yang urut dan panjang. Kita mesti berhati-hati menyebutnya," ujarnya.

    Namun, melihat apa yang terjadi dan dialami Marshanda, terutama dalam kasusnya yang belakangan ramai, Awaludin hanya mengatakan, "Indikasi gejala histeria sepintas ada dan dialami dia (Marshanda), tetapi harus ada pembuktian medis lebih lanjut."

    HADRIANI P.

    Berita Terpopuler
    Kasus Robin Williams, Ini 6 Fakta Penting Depresi
    18 Tahun Tewasnya Udin, Pusham UII Terbitkan Komik
    Baby Growth Spurts, Waktunya Bayi Rewel
    Segudang Manfaat Pepaya  
    Ini Penyebab Muncul Fenomena Jilboobs  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.