Hypnoparenting, Membentuk Anak dengan Hipnosis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi ibu dan anak. AP/Mark Baker

    Ilustrasi ibu dan anak. AP/Mark Baker

    TEMPO.CO, Jakarta - Psikiater anak, Erwin Kusuma, memiliki saran bagi orang tua yang kesulitan mengatur tingkah anaknya, yaitu lewat hypnoparenting. Berasal dari kata hipnosis--keadaan seperti tidur--dan pengasuhan, cara ini mengandalkan komunikasi alam bawah sadar antara orang tua dan anak.

    Materi dan cara hipnosis, ujar dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, menyesuaikan kebutuhan orang tua dan tahap perkembangan anak. "Saat anak di dalam kandungan, hypnoparenting dilakukan dengan komunikasi lewat pikiran sang ibu," tuturnya kepada Tempo, seperti ditulis Koran Tempo, Senin, 18 Agustus 2014.

    Selanjutnya, pada 2 sampai 11 tahun, hypnoparenting dilakukan dengan penanaman kata-kata positif dan bersifat dukungan, ditambah sugesti dari pikiran orang tua. Adapun saat si anak masuk usia remaja, hypnoparenting mesti bersifat informatif dan mengedepankan diskusi, dibarengi dengan sugesti.

    Pola pengasuhan ini diyakini mampu mengatasi anak yang sulit makan, kerap mengompol, terlalu agresif, ataupun ogah belajar. "Perilaku-perilaku unik anak tersebut bisa disembuhkan, karena ia masih mudah dipengaruhi oleh lingkungannya," tutur Erwin.

    Pakar kesehatan jiwa dari Universitas Madhuban, India, ini mengatakan pengucapan kata-kata positif seperti "pintar", "baik", dan "rajin" berpengaruh pada perilaku anak jika diucapkan terus-menerus oleh orang tua. Sebaliknya, orang tua jangan sampai mengucapkan kata-kata negatif, meski tujuannya baik. Alih-alih mengatakan "jangan malas belajar", misalnya, orang tua disarankan berucap "rajin belajar, ya", karena kata "malas" bersifat negatif.

    Ucapan-ucapan tersebut berlaku tidak hanya via verbal, tapi juga lewat pikiran. "Apa yang dibayangkan atau dipikirkan orang tua akan terjadi pada si anak," ujar Erwin. "Makanya, pantang sekali orang tua memikirkan hal negatif tentang anaknya."

    Lalu, kapan tepatnya orang tua melakukan hypnoparenting? Erwin menjelaskan, pada dasarnya, hypnoparenting bisa dilakukan kapan pun sesuai dengan kebutuhan, asalkan konsisten. Namun dia menyarankan agar hypnoparenting dilakukan ketika orang tua berada dalam keadaan santai dan anak sedang rileks, lelah, sakit, menyusu, atau butuh bergantung.

    ISMA SAVITRI 

    Berita Terpopuler
    Dominique Diyose Menikahi Model Marshall Sastra 
    17 Agustus, Cinta Laura Juga Rayakan Ulang Tahun 
    Cinta Laura dan Verrell Bramasta Mesra di Sosmed 
    Agnez Mo Siapkan Single Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.