WHO Temukan Cara Efektif Berantas Polio

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak Yazidi menerima vaksin polio di Khanke, Irak, Ahad 17 Agustus 2014. Puluhan ribu komunitas Yazidi meninggalkan Irak awal Bulan ini ketika ISIS menguasai kota Sinjar, dekat perbatasan Suriah. AP/Khalid Mohammed

    Seorang anak Yazidi menerima vaksin polio di Khanke, Irak, Ahad 17 Agustus 2014. Puluhan ribu komunitas Yazidi meninggalkan Irak awal Bulan ini ketika ISIS menguasai kota Sinjar, dekat perbatasan Suriah. AP/Khalid Mohammed

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan cara baru untuk memberantas masalah kelumpuhan pada anak, seperti polio. Dalam sebuah uji coba, WHO menemukan bahwa kombinasi pemberian vaksin suntik dan vaksin oral terbukti lebih efektif dalam memberantas penyakit ini.

    Dua tetes vaksin oral biasanya menjadi pilihan karena lebih murah, terutama di negara-negara miskin. Vaksin oral juga lebih mudah diberikan pada anak-anak karena memberikan perlindungan langsung di saluran pencernaan untuk mengurangi penularan virus.

    Namun, di tempat lain yang terinfeksi polio serius seperti India utara, vaksin oral tidak terlalu menunjukkan efek yang diinginkan. Jumlah kasus penderita polio di sana juga terus bertambah. (Baca: WHO: Kasus Polio Terbanyak Ada di Pakistan)

    Para peneliti melakukan pengujian dari kombinasi suntik dan oral. Hasilnya hampir seribu bayi dan anak usia 5-10 tahun yang menerima kombinasi pengobatan ini menunjukkan hasil positif.

    "Mereka menerima beberapa dosis vaksin oral dan suntik. Kombinasi vaksin ini lebih efektif dibandingkan dengan menerima satu vaksin oral atau suntikan saja," kata pihak WHO seperti dilaporkan Upstart Magazine, Kamis, 21 Agustus 2014.

    Berdasarkan catatan WHO, jumlah kasus polio di dunia mencapai 350 ribu pada 1988, namun sudah berkurang menjadi 417 pada 2013. Sedangkan pada 2014, sudah mulai muncul 74 kasus di seluruh dunia, dengan 59 kasus berada di Pakistan.

    WHO menggambarkan bahwa wabah polio sedang menyebar di Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Di lain pihak, virus polio di sepuluh negara yang saat ini sedang terinfeksi polio, termasuk Suriah, Pakistan, dan Kamerun, diperkirakan akan menyebar secara internasional. (Baca: WHO Peringatkan Penyebaran Polio Internasional)

    Polio biasanya menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Polio menyebar melalui air yang terinfeksi. Sejauh ini tidak ada pengobatan atau terapi khusus untuk penyakit yang membuat penderitanya mengalami kelumpuhan ini. Pencegahan di lini terdepan hanyalah pemberian vaksin.

    RINDU P. HESTYA | UPSTART MAGAZINE | CBS NEWS

    Berita Lain:
    Veneer Gigi, Bukan Sekedar Memutihkan
    Punya Jiran Penolong Turunkan Risiko Sakit Jantung
    Enam Jenis Ulos yang Dikenakan untuk Sehari-Hari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.