Dihina Gemuk, Bobot Penderita Obesitas Bertambah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Obesitas. Ilkekran.com

    Ilustrasi Obesitas. Ilkekran.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menghina penderita obesitas akan memberikan kontribusi terhadap bertambahnya berat badan mereka. Sebab, penderita obesitas akan melampiaskan kekecewaan akibat penghinaan ini dengan makan. (Baca: Studi: Perceraian Orang Tua Picu Obesitas Anak)

    Mengutip laporan BBC, Jumat, 12 September 2014, sebuah kajian yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas College, London, Inggris, menyebutkan selama empat tahun, rata-rata bobot orang yang mengalami penghinaan dan diskriminasi ini nyaris bertambah 1 kilogram. Sementara itu, bobot mereka yang tidak mengalami diskriminasi justru turun hingga 0,7 kilogram.

    “Kajian-kajian terdahulu menemukan orang yang mengalami diskriminasi justru makan lebih banyak. Stres yang timbul akibat diskriminasi dapat meningkatkan selera makan, khususnya makanan yang tidak sehat dan penuh kalori,” ujar Dr Sarah Jackon, kepala tim peneliti dari Departemen Epidemiologi.

    Memang, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity ini menemukan 1 dari 20 orang mengaku mengalami diskriminasi karena berat tubuh. Beberapa bentuk diskriminasi antara lain perlakuan tidak menyenangkan di toko, pelayanan kurang ramah, dan pelecehan menyangkut bobot tubuh.

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler
    Tetap Konsisten Berbagi Nasi Bungkus
    Komunitas Andalkan Kerendahan Nurani 
    Sosok Penting Si Ahli Kreativitas Louis Vuitton


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pentingnya Air Putih Setelah Anda Makan

    Makan tentu tak nikmat bila tidak minum air putih setelahnya. Selain nikmat, air putih juga memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh.