UNICEF: Angka Kematian Anak di Dunia Menurun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah balita yang telah dipindahkan dari panti asuhan Donetsk dan Makayevka saat berada di panti asuhan din Kramatorsk, Ukraina (30/8). REUTERS/Gleb Garanich

    Sejumlah balita yang telah dipindahkan dari panti asuhan Donetsk dan Makayevka saat berada di panti asuhan din Kramatorsk, Ukraina (30/8). REUTERS/Gleb Garanich

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, mengumumkan bahwa tingkat kematian anak-anak di dunia akhirnya mengalami penurunan hingga 49 persen pada 2013. UNICEF menyatakan penurunan angka kematian balita setelah seperempat abad terakhir ini adalah salah satu prestasi yang paling signifikan dalam sejarah manusia.

    "Angka kematian balita secara global telah menurun hampir setengah persen sejak 1990. Turun dari 90 menjadi 46 kematian per seribu kelahiran pada 2013," kata Kepala Program Global UNICEF dr Mickey Chopra, seperti dilaporkan PBS.org, Selasa, 16 September 2014.

    Namun kemajuan itu masih di bawah target global UNICEF, yang memprediksi angka kematian akan menurun hingga dua per tiga pada 2015. Pada 2013, sekitar 6,5 juta anak meninggal karena penyebab kematian yang sebenarnya bisa dicegah. Angka tersebut berkurang dari 6,6 juta pada 2012 dan 12,7 juta pada 1990. Adapun hampir 17 ribu kematian disebabkan oleh kurang gizi, diare, malaria, pneumonia, dan penyakit lainnya. (Baca: Menkes: Angka Kematian Ibu dan Anak Masih Tinggi)

    UNICEF melaporkan, kematian pada anak-anak dua kali lebih banyak terjadi di lingkungan miskin daripada anak-anak dengan keluarga kaya. Dari data survei, lembaga ini menemukan tingkat kematian terendah terjadi pada anak-anak yang lahir dari ibu yang berpendidikan. (Baca: UNICEF: Pernikahan Anak Marak di Asia Selatan)

    Menurut UNICEF, status kemiskinan suatu negara tidak menjamin angka kematian. Sebab, delapan dari 60 negara miskin di dunia telah berhasil menurunkan angka kematian sejak 1990, yaitu di Bangladesh, Liberia, Tanzania, Etiopia, Timor Leste, Niger, dan Eritrea.

    RINDU P. HESTYA | PBS.ORG

    Berita Lain:
    Oscar Lawalata Rancang Jersey Klub NBL
    Perkembangan Terbaru Obat dan Vaksin Ebola
    Dihina Gemuk, Bobot Penderita Obesitas Bertambah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.