Sebuah Katalog Lengkap 50 Kreator Bersinar Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Perancang busana Tex Saverio saat menghadiri peluncuran Magnum Pink dan Magnum Black di Hotel Kempinski, Jakarta, 15 Agustus 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Perancang busana Tex Saverio saat menghadiri peluncuran Magnum Pink dan Magnum Black di Hotel Kempinski, Jakarta, 15 Agustus 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sederet nama para tokoh kreatif yang ada di Indonesia tertulis dalam buku We Indonesia Rule. (Baca: Agar Toko Buku Tak Menjadi Dinosaurus)

    Para tokoh ini dipilih oleh sebuah komite kecil dari Studio Geometry, Jakarta. Mereka menjaring sejumlah nama dari 14 subsektor industri kreatif yang didefinisikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dari desainer busana hingga arsitek, dari penyanyi hingga teaterwan. Salah satu pasokan data mereka dapatkan dari portal Indonesia Kreatif milik pemerintah.

    “Sebenarnya ada 50 nama yang terpilih, tapi karena berbagai kendala, akhirnya kami memutuskan 32 nama yang masuk di buku ini,” kata Primo. Beberapa kendala itu, antara lain, adalah hingga akhir tenggat penggarapan, yang berlangsung selama enam bulan, mereka tak bisa mewawancarai dan memotret tokoh terpilih.

    Pada mulanya, kata dia, mereka memilih tokoh-tokoh muda yang bersinar di bidangnya. Kriterianya sederhana: sang tokoh konsisten dalam berkarya dan punya pengalaman internasional. Belakangan, beberapa tokoh senior mereka masukkan karena perlu diperkenalkan juga, seperti Didik Nini Thowok. Akibatnya, penari berusia 60 tahun seperti Didik (Baca: Didik Nini Thowok, Lengger dan Yale University) pun bersanding dengan sutradara muda seperti Mouly, yang baru 34 tahun.

    Buku ini juga cenderung ingin membuat sebuah katalog lengkap tentang para tokoh industri kreatif. Itu sebabnya, Primo dkk berencana menerbitkan seri selanjutnya di masa datang. Tapi, tanpa kriteria yang ketat, akan banyak nama yang masuk. Longgarnya kriteria juga membuat tak ada benang merah yang jelas dari para tokoh terpilih.

    Foto atau gambar yang ada di buku ini diberikan dalam porsi yang besar. Dengan pertimbangan memang menarik. Sayang, tidak didukung penulisan profil yang memadai. Beberapa profil, misalnya, tak dilengkapi tanggal lahir dan latar akademisnya, meskipun karya-karya utama mereka sebutkan.

    KURNIAWAN
    Terpopuler
    Game World In AyoDance Diluncurkan 
    Batik Banyuwangi di Mata Priscilla Saputro 
    Bagteria, Tas Lokal Favorit Paris Hilton 
    Rumah Sakit Singapura Bangun Ruang Isolasi Ebola

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.