Diet Cacing Pita Populer di Kalangan Model  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    inspireyourdreams.com

    inspireyourdreams.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tubuh seorang pria di Cina tiba-tiba dikerubungi oleh ribuan cacing pita setelah kebanyakan makan sashimi. Akibatnya, pria malang ini mengalami sakit perut dan rasa gatal di sekujur tubuhnya. Pria ini sampai harus dirawat secara intensif karena kondisinya sudah sangat parah.

    Ironisnya, ada orang-orang yang malah sengaja "memakan" cacing pita untuk menurunkan berat badan. Cara ini disebut juga diet cacing pita. Diet cacing pita banyak dilakukan di kalangan model demi menjaga tubuh ideal dan proposional. (Baca: 10 Diet Paling Ekstrem)

    Mengutip dari Everydiet.org, diet cacing pita cukup populer dan legal di Meksiko. Kapsul cacing pita biasanya berasal dari telur cacing pita pada sapi.

    "Cacing pita dapat 'mengganggu' pencernaan Anda karena menyerap nutrisi yang artinya berat badan tidak akan naik meskipun banyak makanan yang masuk. Konsumsi kapsul cacing pita dapat menurunkan berat badan hingga 2 kilogram per minggu," tulis Everydiet.org.

    Selain menurunkan berat badan, kapsul cacing pita disebut dapat meringankan gejala alergi seperti demam. Setelah target berat badan tercapai, konsumen dapat melakukan deworming, tindakan pengobatan atau pengeluaran cacing dengan obat-obatan kimia atau dengan bahan lain. (Baca: Ini 5 Selebritas yang Membenci Diet)

    Namun, di balik kesuksesan diet cacing pita, terdapat pula efek negatifnya. Dalam sejumlah kasus, cacing pita malah membuat perut jadi buncit, sakit perut, cacing pita tidak bisa dikeluarkan, hingga kematian.

    RINDU P. HESTYA | EVERYDIET.ORG

    Berita Lain:
    Uniqlo Bakal Buka Dua Gerai Baru di Jakarta
    Bullying Tingkatkan Peradangan
    Wasabi, Si Hijau Pedas Pendamping Sashimi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.