Gaya Musim Semi di London

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Model berjalan di runway peragaan busana Anya Hindmarch SS15 dalam ajang London Fashion Week di Ambika P3 Gallery, Selasa 16 September 2014, di London, Inggris. David M. Benett/Getty Images for Anya Hindmarch

    Model berjalan di runway peragaan busana Anya Hindmarch SS15 dalam ajang London Fashion Week di Ambika P3 Gallery, Selasa 16 September 2014, di London, Inggris. David M. Benett/Getty Images for Anya Hindmarch

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada burung dan lebah dalam koleksi rumah mode Burberry Prorsum. Tapi desainer Christopher Bailey tidak menerjemahkan tema itu mentah-mentah dalam bentuk gambar atau bordir berbentuk binatang itu. Bailey justru menyuguhkan koleksi dari bahan-bahan tembus pandang. Material itu dilipit atau dipotong menjadi bulatan-bulatan yang disusun dalam pola tertentu. Hasilnya adalah gaun selutut transparan yang ditambah dengan jaket jins ataupun jaket sedengkul yang merupakan ciri khas rumah mode ini. Seluruh koleksi itu hadir dalam warna biru muda, merah pupus, jingga, putih, kuning muda, merah marun, dan warna-warna pucat lainnya.

    Style.com menyebut Bailey tengah menyuguhkan versi ideal dari musim panas ala Inggris. Itu sebabnya dia menawarkan sandal dan sneakers warna-warni—keduanya pernah disuguhkan oleh rumah mode Chanel musim lalu. “Pakaian seperti itu bisa Anda kenakan untuk berlari melintasi padang rumput,” demikian ditulis Style.com. Pilihan Bailey bukannya tanpa alasan. Dia kini adalah direktur kreatif rumah mode yang memproduksi secara masif seluruh koleksinya. Bahkan, koleksi terbaru Burberry—yang bisa ditonton via internet dari Kensington Park, London—bisa langsung dipesan daring.

    Tidak ada sepatu hak tinggi dalam koleksinya. Hal serupa diterapkan oleh desainer lain, seperti J.W. Anderson—yang menarik minat investasi grup Louis Vuitton—ataupun Roksanda. (Baca: Sosok Penting Si Ahli Kreativitas Louis Vuitton)

    Seperti New York pekan lalu, London Fashion Week mulai meninggalkan high-heels. “Tidak ada sepatu setinggi enam inci, wajah model yang mendongak, dan lengkungan alis yang sempurna. Para model hanya mengenakan sepatu teplek, dan mereka berjalan seakan tidak di atas catwalk,” demikian ditulis oleh Jess Cartner Morley dari The Guardian.

    Berbeda dengan yang lainnya, Tom Ford dan Marchesa tidak meninggalkan sepatu hak tinggi. Tom Ford menampilkan koleksi yang sedikit nyeleneh untuk musim semi 2015. Ford menampilkan sosok wanita urakan. Sebagian besar koleksinya tampil dengan warna hitam. Roknya pun dibuat dengan ketat plus belahan tinggi. Model yang digunakan dalam koleksinya rata-rata bertubuh sangat kurus dengan rambut pirang yang disisir ke depan menutupi sebagian mata. (Baca: Belanja, Bersantai, dan Picnic Sale)

    Apa yang ingin disampaikan oleh desainer Amerika berusia 53 tahun ini? “Sebagian menafsirkannya sebagai wanita-wanita bom seks penakluk pria, tapi ada juga yang menafsirkannya sebagai wanita-wanita yang tak berdaya pada kartu kredit American Express (Amex) milik pacar atau suaminya,” tulis Style.com ihwal koleksi Ford. Yang jelas, pesan dari pria yang baru menikah dengan jurnalis mode Richard Buckley—pasangannya selama 24 tahun—ini mudah dibaca: Anda bisa menulis aturan sendiri dalam berpakaian.

    Sementara Ford tampil urakan, duet Georgina Chapman dan Keren Craig dari Marchesa justru muncul dengan pendekatan yang manis. Gaun dengan bordir bunga-bunga dan ruffles dari bahan transparan bergelombang muncul dalam koleksi gaun malamnya. Rumah mode yang genap merayakan satu dekadenya di dunia mode tahun ini itu memang membawa konsep bohemia. “Sesuatu yang gypsy, sedikit rasa Woodstock, dan rock n' roll di dalamnya,” kata desainer Marchesa Georgina Chapman kepada Vogue.

    Itu sebabnya, hampir seluruh koleksinya berwarna putih. Kecuali beberapa gaun malam yang punya paduan magenta dan hitam, ataupun jingga dan emas. Tapi para model—dibuka oleh putri bintang rock and roll Mick Jager, Georgina May—justru tampil bak putri ataupun peri dalam kisah dongeng ketimbang gadis yang akan menonton festival musik.

    Tentu, pesan lainnya adalah perjalanan Marchesa yang seperti dongeng sepuluh tahun terakhir. “Mereka memulainya sepuluh tahun lalu di London dalam sebuah show di Archer Street, Soho, tempat yang identik dengan prostitusi dan obat terlarang. Malam ini, pagelaran mereka berlangsung di Whitehall, rancangan Inigo James yang dulunya hanya bisa dipakai oleh keluarga kerajaan,” demikian ditulis oleh Style.com. Di gedung yang tidak jauh dari kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street 10, perjalanan dongeng manis Marchesa ditunjukkan.

    Koleksi Marchesa jelas akan menghiasi Hollywood tahun depan. Beberapa gaun sudah diincar untuk karpet merah. Sebagian penggunanya menginginkan “momen Cinderella” milik penyanyi Rita Ora di karpet merah dengan gaun Marchesa-nya beberapa waktu lalu.

    SUBKHAN | VOGUE | STYLE.COM | THE GUARDIAN

    Terpopuler
    Tetap Aksis dengan Gaya Bertopang Dagu
    Diet Cacing Pita Populer di Kalangan Model 
    Bullying Tingkatkan Peradangan
    6 'Manfaat' Kesehatan Jika Menjomblo  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.