Kencan Makan Siang, Bisa Temukan Jodoh?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Lunch Actually

    Lunch Actually

    TEMPO.CO , Jakarta:Bagi profesional yang selalu sibuk di kantor dan berkutat dengan pekerjaan, urusan pasangan hidup atau jodoh seolah jadi soal kesekian saja. Padahal, sedikitnya waktu yang mereka miliki tanpa disadari jadi salah satu penyebab mereka susah temukan jodoh. Seolah ingin menjawab kegelisahan dan kesulitan para kalangan profesional ini, pengemasan jasa pencarian jodoh tak lagi tampil konvensional. (Baca: Biro Jodoh 'Mobile' Lebih Menjanjikan)


    Kini di Jakarta hadir Lunch Actually, sebuah biro jodoh berstandar premium yang mengusung tema 'Kencan Makan Siang'. Dari kehadirannya, biro jodoh ini dianggap sebagai pionir di Asia dan diharapkan mampu menjawab kegalauan para profesional ibu kota yang mengingingkan konsep kencan yang tidak murahan.

    Menurut Violet Lim, CEO biro jodoh ini yang juga penulis buku best-seller Lessons from 15,000 , First Dates mengatakan.

    “Syarat untuk menjadi klien kami adalah harus lajang dan serius untuk mencari pasangan hidupnya. Kami tidak menerima yang sudah menikah.  Seluruh database kami dipenuhi dengan beragam profesi mulai dari manajer, eksekutif, direktur, administrator, pengacara, akuntan, dokter, dan pengusaha. Dan semuanya belum menikah," katanya pada Kamis, 2Oktober 2014 di Pisa Cafe Menteng, Jakarta Pusat.

    "Kami melengkapi situs yang berisi para pencari jodoh dengan biodata sungguhan,  dan memiliki sisi akurasi. Berdasarkan database jasa kami telah berhasil mengemas lebih dari 30 ribu kencan sejak tahun 2004," ujar wanita yang biasa disapa Violet ini.

    Violet menuturkan ketertarika melebarkan sayap hingga Indonesia yang dinilainya berpeluang besar.  Dia mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), tentang 200 juta penduduk di Indonesia dan lebih dari 120 juta masih berstatus lajang.  

    "Dan berdasarkan data tersebut juga terhitung, ada sekitar 2 juta professional pada usia 28 tahun keatas yang masih asik menikmati lajang, single alias menjomblo. Fenomena ini mempengaruhi professional di umur produktif mereka yang bekerja di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta," kata dia. (Baca: Memohon Jodoh di Kuil Kiyomizudera)


    Menurut Violet, pada kota-kota yang kehidupan ekonominya sangat dinamis dan hampir berlangsung selama 24 jam tanpa henti, secara tidak langsung telah menciptakan kondisi yang menyulitkan bagi sebagian orang untuk mendapatkan pasangan hidup yang sesuai dengan kriterianya.


    "Berdasarkan hasil penelitian yang ada, terdapat sekitar dua juta pekerja profesional di Indonesia yang masih berstatus lajang di usia dewasa 28 tahun ke atas. Fenomena ini umumnya terjadi untuk para pekerja kantoran yang umumnya beraktifitas di kota-kota besar di Indonesia."

    Violet melihat adanya sebagian kalangan pekerja yang memiliki orientasi dan ekspektasi tinggi terhadap jenjang karir membuat pencarian terhadap pasangan hidup menjadi terkendala.

    "Karena itu, kehadiran kami, sebuah biro jodoh premium dan berkelas asal Singapura akan jadi solusi bagi mereka.  Konsep yang kami adalah kencan makan siang pertama di Asia dan layanannya hanya dikhususkan bagi mereka yang masih berstatus lajang," kata Violet yang meluncurkan biro jodohnya di Singapura pada April 2004.

    Kemudian kata Violet, biro jodohnya kini hadir di Jakarta dan menjadi kantor perwakilan kelima.


    "Sebelumnya biro jodoh yang beranggota hingga ribuan orang ini sudah membuka cabangnya di Kuala Lumpur pada September 2005, Hong Kong pada bulan April 2008 dan Penang Mei 2012," ujar Violet. (Baca: Dua WNI Tewas di Penang)


    HADRIANI P

    Terpopuler
    Kelebihan Antibiotik Sebabkan Anak Obesitas

    Sepeda, dari Gaya Hidup hingga Selamatkan Bumi 

    Manfaat Krim Mata untuk Atasi Masalah Kantong Mata

    Keingintahuan dan Tafsir Cinta Ala Didi Budiardjo

    Suntik Silikon, dari Kriminal hingga Kanker  





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.