Pameran Fun Asia dan Taman Hiburan Expo di JCC  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah pengunjung berkunjung ke Jungleland, Adveture Theme Park di Sentul City, Bogor, Jawa Barat, (27/11). Dengan membayar 100 ribu pada hari biasa dan 150 pada ahir pekan pengunjung bisa menikmati petualangan di Jungle Land. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Sejumlah pengunjung berkunjung ke Jungleland, Adveture Theme Park di Sentul City, Bogor, Jawa Barat, (27/11). Dengan membayar 100 ribu pada hari biasa dan 150 pada ahir pekan pengunjung bisa menikmati petualangan di Jungle Land. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pameran Fun Asia Theme Park and Attraction Expo 2014 digelar di Hall B, Jakarta Convention Center, pada 10-12 Oktober 2014.

    Pameran dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu pada Jumat, 10 Oktober 2014.

    Acara ini akan melibatkan seratus peserta pameran dari seluruh dunia yang akan datang mempromosikan alat-alat permainan baru.

    Menurut Director & Commitee Chairman International Amusement Park Association, Rachmat Sutiono, para penikmat perjalanan dari Indonesia lebih banyak menyambangi Singapura untuk mengunjungi Universal Studios atau Malaysia untuk Legoland karena taman rekreasi di Indonesia jauh tertinggal oleh negara-negara tetangga.

    Rachman mengatakan, 20 tahun lalu, Indonesia memimpin di bidang wahana taman rekreasi melalui Dunia Fantasi (Dufan) yang menjadi theme park pertama di kawasan Asia.

    "Dufan dulu diiklankan di negara-negara tetangga, yakni di Singapura dan Malaysia. Sekarang malah kebalikannya," tutur Rachman.

    Kini, negara tetangga itu unggul dengan adanya Universal Studios di Singapura serta Legoland dan Hello Kitty Land di Malaysia. "Lebih dari 25 persen pengunjung wahana rekreasi itu dari orang Indonesia," ujarnya. (Baca: Libur Lebaran, Ancol Hadirkan 'Dinosaurus')

    Menurut Mari, konvensi standar arena permainan harus sesuai dengan peraturan menteri, yang akan disahkan sebelum pelantikan presiden terpilih pada 20 Oktober 2014. "Masih diproses di biro hukum. Karena ini masukan untuk industri, harus ada standardisasi internasionalnya," kata Mari seusai pembukaan di JCC.

    Berkembangnya taman hiburan akhir-akhir ini di Indonesia, seperti Jungleland, Trans Studio, dan Jatim Park, serta tingginya minat investor dari pemerintah daerah untuk membangun taman hiburan rekreasi di wilayah masing-masing mendorong Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI), sebagai asosiasi yang menaungi usaha rekreasi keluarga, menyelenggarakan pameran ini.

    Ketua ARKI Taufik A. Wuwu menuturkan Indonesia harus bangga dengan acara tersebut karena akan menstimulus para investor membuka wahana baru di Tanah Air.



    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    8 Manfaat Kentang bagi Tubuh 
    Metode Gizi dan Turunkan Berat Badan Itai Leffler 
    Cosmobeaute 2014, Hadirkan Industri Kecantikan 
    Wimpie Pangkahila : Akreditasi Anti-Aging Harus Jelas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.