Pengamat Mode Ini Soroti Dandanan Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden terpilih Joko Widodo (kiri) didampingi Isteri Ny. Iriana (kanan) bersiap menuju Gedung MPR di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, Senin 20 Oktober 2014. Presiden terpilih Joko Widodo dan Wapres terpilih Jusuf Kalla dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019 hari ini Senin (20/10) di Gedung Parlemen. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden terpilih Joko Widodo (kiri) didampingi Isteri Ny. Iriana (kanan) bersiap menuju Gedung MPR di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, Senin 20 Oktober 2014. Presiden terpilih Joko Widodo dan Wapres terpilih Jusuf Kalla dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019 hari ini Senin (20/10) di Gedung Parlemen. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COJakarta - Pengamat mode Denny Gusri mengatakan bahkan untuk urusan penampilan, Joko Widodo akan disorot publik. Pengamat mode yang ditemui Tempo pekan lalu ini mengatakan presiden tentu akan menjadi lambang negara dan jadi hal penting juga untuk “mendandani Jokowi”.  Selain Denny, perancang Era Soekamto dari Iwan Private Collection, penata gaya James Thornandes, dan ahli waris rumah batik Hardjonegoro Go Tik Swan, KRA Hardjosoewarno, ikut buka suara soal dandanan yang cocok untuk Jokowi. (Baca: Tiga Anak Jokowi ke Senayan Dikawal Ajudan)

    1. Rambut

    Denny mengatakan Jokowi tidak perlu membuat rambutnya terlihat klimis. Biarkan apa adanya, tapi tidak berantakan.

    2. Kemeja dan Jas

    Menurut James, ukuran kemeja dan jas yang dikenakan Jokowi harus pas dan tidak boleh kegedean. Di lain pihak, Denny menilai yang cocok untuk seorang kepala negara adalah potongan jas Armani yang klasik dengan dua kancing.

    3. Dasi

    Denny mengatakan dasi kurus berwarna hitam harus dihindari Jokowi. Itu terlalu modern untuk seorang presiden. Dasi jenis ini cuma baik untuk selebriti. Warna dasi yang baik untuk Jokowi, selain merah, bisa hijau tua, biru, ungu, ataupun emas.

    4. Celana
    James juga mengatakan celana yang dikenakan Jokowi sebaiknya bukan skinny, tapi harus ngepas di kaki.

    5. Batik

    Era Soekamto mengatakan motif paling cocok untuk Jokowi adalah Sawunggaling. Itu lambang soft power dan tentu mewakili perjalanan dia. Penggunaan batik atau kain tradisional tentu menjadi kesempatan baik bagi presiden untuk mempromosikan Indonesia beserta filosofi pakaian yang dipakainya.

    Hardjosoewarno menilai Jokowi pernah mengenakan motif batik pisan Bali dengan latar grinsing sewaktu menjadi Wali Kota Solo dan motif merak gintir saat bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu. "Itu semua batik kami," ujarnya.

    Menurut Denny, sebaiknya Jokowi tidak mengenakan batik berwarna gelap. Akan lebih terlihat jika Jokowi berani mengenakan batik atau kain tradisional lain, seperti tenun, dengan warna yang lebih cerah, seperti hijau.

    6. Safari

    Untuk safari yang dikenakan Jokowi, Denny mengatakan sebaiknya warna cokelat, khakhi, atau hijau kecokelatan bisa menjadi pilihan lain untuk pakaian Jokowi, tapi hindari warna hitam. Ini untuk menghilangkan isu kalau dia cuma bayang-bayang seseorang.

    7. Sepatu

    Menurut Denny, apa pun itu, asalkan masih masuk dalam kategori classic leather shoes berwarna hitam dan tidak berujung kotak, Jokowi bisa memilih wing tip, derby, atau yang lain. (Baca: Gaya Batik Jokowi, Seperti Dongeng Itik Buruk Rupa)

    SUBKHAN | HP

    Terpopuler
    Gaya Anggun Sederhana Veronica Ahok
    Ketika Janur Indonesia Bersolek
    Begini, Wajah Sempurna Seorang Pria?
    Si Kecil Perlu Air Putih
    Begini, Pencegahan dan Pengobatan Alzheimer



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.