Cerita Yenny Wahid: Tinggal di Istana, Seram

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Yenny Wahid putri dari Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid saat menghadiri Haul Gus Dur di Pondok Pesantren Ciganjur, Yayasan Wahid Hasyim, Jakarta (28/12). TEMPO/Nurdiansah

    Yenny Wahid putri dari Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid saat menghadiri Haul Gus Dur di Pondok Pesantren Ciganjur, Yayasan Wahid Hasyim, Jakarta (28/12). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid sempat mengingatkan presiden terpilih Joko Widodo dan keluarganya ihwal kondisi kompleks Istana Merdeka yang akan mereka tinggali. Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini menjelaskan, ada banyak hal yang membuat dia tak nyaman tinggal Istana, yang berbeda dengan rumah masyarakat biasa. (Baca: Pesan Yenny Wahid ke Jokowi: Istana Banyak Hantunya)

    "Yang paling menyeramkan adalah ruangan penyimpanan bendera. Karena suasananya tertutup. Kemudian di Wisma Negara yang selalu gelap. Meski sering dibuat untuk ruang kantor, auranya menyeramkan. Di sini kalau kita naik lift menuju lantai dua berhentinya di lantai lain dan begitu terbuka, ruangannya gelap mengerikan," ucap wanita yang biasa disapa Yenny ini kepada Tempo, Kamis, 23 Oktober 2014.

    Yenny membeberkan, ada aura yang menyeramkan di Istana.

    "Tetapi kami rajin bikin pengajian rutin, makanya lama-kelamaan kami jadi terbiasa karena kami yakin selama kami tinggal kami banyak mengirimkan doa."

    Wanita kelahiran Jombang, Jawa Timur, 29 Oktober 1974, ini pernah mendengar cerita seram dari beberapa pengawalnya yang melihat sejumlah sosok noni Belanda berkeliaran di sekitar ruang bawah tanah.

    "Ada yang cerita, setiap malam, para wanita cantik bertampang bule ini jalan-jalan menjumpai mereka. Pertamanya sih takut, tapi jadi berani setelah dibilangin Bapak enggak perlu takut. Kehadiran makhluk lain di sini cuma mau kenalan saja, untuk membutikan keberadaan mereka. Akhirnya, para pengawal pun jadi terbiasa," ujar Yenny panjang-lebar.

    Ibu tiga anak ini menganggap suasana seram di Istana adalah hal yang lumrah karena bangunan tua pasti berkaitan dengan makhluk dunia lain.

    "Sejak kecil, Bapak sudah mengajarkan kita, anak-anaknya, dan keluarga untuk secara Islam berdoa dan rajin salat. Kami menghayati keadaan mereka atau makhluk ini secara damai, dan mereka ada," kata Yenny. (Baca: Peringatan Ultah Gus Dur, Yenny Wahid Undang Ahok)

    HADRIANI P.

    Terpopuler
    Koleksi Biyan Buka Bazaar Fashion Festival 2014

    Orang Indonesia Lebih Doyan Olahraga Jempol 

    Didi Budiarjo Diminta Rancang Baju Istri Ahok

    Pasar Indonesia dan IPMI Trend Show Resmi Dibuka

    Cara Nigeria Melawan Ebola  







     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.