Busana Kerja Menteri Perempuan Pakai Wastra Lokal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dibantu ajudan saat persiapan pemotretan bersama Kabinet Kerja di halaman Istana Negara, Jakarta, 27 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dibantu ajudan saat persiapan pemotretan bersama Kabinet Kerja di halaman Istana Negara, Jakarta, 27 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK yang baru saja dilantik pada Senin, 27 Oktober 2014, dari 34 menteri, terdapat delapan menteri perempuan. Mereka merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise. (Baca: Mereka Jadi 'Korban Fashion' Jokowi)

    Penulis dan pengamat mode, Denny Gusri, pada Senin, 27 Oktober 2014 mengatakan. "Dari delapan menteri perempuan ini, saya berharap untuk tugas mereka sehari-hari, sebaiknya kenakan setelan atasan dengan wastra atau kain Nusantara dipadu celana panjang pantalon atau rok warna gelap atau hitam. Biar tidak ribet, praktis buat mereka bekerja dan isyarat kelugasan mereka dalam bekerja," kata Denny serius. 

    Denny mengingatkan sebaiknya para menteri perempuan ini tidak lagi berbusana seperti para menteri perempuan dulu yang mengenakan setelan safari satu warna. 

    "Itu monoton dan dari penampilan kurang fashionable," kata Denny.

    Menurut dia, kalau mau kenakan seperti setelan safari boleh saja, tetapi jangan warna senada. Bisa dilakukan kombinasi, misalnya dalaman berkemeja atau terusan warna putih atau netral, kemudian dipadu blazer atau jaket dengan rok dan celana pantalon yang terbuat dari kain Indonesia yang tidak bermotif. Bisa pilih tenun polos Garut, endek polos Bali, atau ulos polos Batak.

    "Kalau atasannya harus mutlak wastra lokal atau kain Indonesia. Bisa kenakan batik, tenun, sutera, sasirangan, jumputan, songket dan sebagainya," kata dia 

    Semua, kata Denny, adalah kekayaan wastra atau kain Nusantara yang dimiliki bangsa ini.

    "Negara kita kaya wastra. Saya rasa semangat penampilan mereka yang sangat Indonesia tentunya akan jadi inspirasi dan bisa ditiru oleh masyarakat kita," ujarnya. (Baca: 34 Kemeja Putih Menteri Jokowi Beli di Tanah Abang)

    HADRIANI P

    Terpopuler

    Kenali 6 Gaya Hidup Sehat

    Jupe Luncurkan Buku My Uncut Story

    Momen Istimewa Yenny Wahid Bersama 3 Putrinya

    Ketika Humor jadi Kekuatan Karya Moschino

    Linda Gumelar Ajak Perempuan Indonesia Hidup Sehat

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.