Menteri Susi dan Cerita Keras Kepalanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang juga merupakan pemilik maskapai penerbangan Susi Air, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 12 Juni 2006. dok TEMPO/Arif Fadillah

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang juga merupakan pemilik maskapai penerbangan Susi Air, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 12 Juni 2006. dok TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Jakarta - Susi Pudjiastuti, pemilik Susi Air, dikenal sebagai pribadi pemberani, punya tekad kuat, dan tak segan tampil beda. Dalam wawancara dengan Mardiyah Chamim dari Tempo pada 12 Oktober 2012 di kediamannya di Pangandaran, Susi pernah menceritakan kisah lucu saat ia masih sekolah dasar. (Baca: Dorong Perikanan, Susi Ingin Bangun Bandara Kecil)

    Ketika itu, Susi yang bersekolah di SDN 8 Pangandaran penasaran dengan kaki seorang temannya yang sakit kulit. Ketika itu, Susi menawarkan diri untuk merawat sakit kulit temannya itu. Namun, teman Susi menolak. (Baca: Selain Perokok Berat, Menteri Susi Juga Gemar Wine)

    Tak terima penawarannya ditolak, Susi kemudian mengejar temannya tadi hingga dia bersedia agar sakit kulitnya dirawat oleh Susi. Pada kesempatan itu, Susi juga menceritakan sikap keluarganya yang sudah "angkat tangan" dengan sifatnya yang nekat. (Baca: Muak dengan Sistem Sekolah, Menteri Susi Drop Out)

    Pernah satu kali Susi tak pulang ke rumah selama tiga hari karena penasaran dengan sesuatu hal. Namun, dari situ Susi mengaku digembleng menjadi pribadi yang kuat dan "tahan banting" (Baca: Menteri Susi: Bandara Kecil Solusi bagi Nelayan)

    Sikap keras kepala Susi juga tercermin saat dia memaksa disediakan helipad untuk hadir di acara "Mencari Pemimpin Indonesia" kerja sama TempoInstitute Indonesia dan Bale Pustaka di Universitas Parahyangan, Bandung, Ahad, 30 Maret 2014. (Baca: Cara Menteri Susi Relaksasi)

    Malam hari sebelum acara, Susi mengatakan akan datang menggunakan helikopter pribadi yang terbang dari Halim Perdanakusumah, Jakarta. Dia ingin helikopternya itu mendarat di dekat tempat acara. Panitia kelimpungan karena hanya ada satu helipad yang paling dekat dengan tempat acara, yakni di Lapangan Kodam. Kalaupun bisa menggunakan helipad di situ, mesti mengajukan izin sejak jauh hari. (Baca: Susi Jadi Menteri, Pegawai KKP Wajib Datang Pagi)

    Selain panitia, Susi juga menggunakan jaringannya agar dapat mendaratkan helikopternya di titik terdekat dengan lokasi acara. Akhirnya helikopter pribadi Susi bisa mendarat di Bandara Husein Sastranegara. Namun, jarak antara bandara dengan Universitas Parahyangan cukup jauh. Susi tak hilang akal. Dia datang dikawal polisi dengan mobil patroli menuju lokasi acara. "Tak sampai sepuluh menit, Susi sudah tiba dari bandara ke lokasi acara," kata Mardiyah yang menjadi panitia acara tersebut. (Baca: Menteri Susi dan Lukisan Nasirun)

    RINI K


    Terpopuler
    Pelantikan Menteri, Sayang Rambut Puan Tergerai

    Jas yang Pantas Agar Jokowi Tampil Lebih Wibawa

    Puan Suka yang Klasik, Simpel dan Elegan

    Sakit? Jangan Minum Obat, Dengarkan Saja Musik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.