Program Indonesia Fashion Forward di JFW 2015

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah model membawakan koleksi terbaru desainer Tex Saverio pada hari pertama pekan mode Jakarta Fashion Week 2015 di Senayan City, Jakarta, 1 November 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Sejumlah model membawakan koleksi terbaru desainer Tex Saverio pada hari pertama pekan mode Jakarta Fashion Week 2015 di Senayan City, Jakarta, 1 November 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO , Jakarta:Gelaran mode Jakarta Fashion Week (JFW) 2015 resmi dibuka pada Sabtu, 1 November lalu. JFW 2015 kali ini diharapkan dapat menarik pusat perhatian masyarakat Jakarta dan menjadi salah satu agenda mode dan pariwisata di ibukota. (Baca: JFW 2015 Resmi Dibuka)

    Salah satu hal yang membanggakan di gelaran ini adalah Program Indonesia Fashion Forward (IFF) . Meski  bukan terbilang baru, IFF sudah ada sejak JFW tahun 2012 dulu yaitu generasi pertama di tahun itu Major Minor, Yosafat Dwi Kurniawan, Albert Yanuar, Dian Pelangi, Jeffry Tan, Cotton Ink dan Bretzel. Kemudian pada IFF berikutnya, tahun 2013 adalah generasi kedua seperti Milcah, N.F.R.T, Toton, Monday to Sunday, 8Eri, NurZahra, Lianna G, Friederich Herman, Jenahara, Vinora, Tex Saverio dan Novita Yunus.

    Tahun ini, yang merupakan generasi ketiga, pada 2014, melibatkan Monstore, Sapto Djojokartiko, Peggy Hartanto, Patrick Owen, Rosalyn Citta, Billy Tjong, fbudi, Tertia, Restu Anggraini, Andhita Siswandi, Norma Hauri dan Jii.  Para perancang ini terbagi menjadi 5 kategori untuk bersaing di pasar internasional tahun ini yaitu Muslimwear, Luxury Ready-To-Wear, Premium Ready-To-Wear, Quirky Ready-To-Wear dan Aksesoris.

    Selain membimbing para desainer dalam mengembangkan bisnis mereka, program IFF ini juga memberi kesempatan para desainer untuk menampilkan karyanya di department store atau trade show terkemuka di luar negeri. (Baca: Di JFW 2015, Desainer Jepang Bikin Baju Muslim)


    Dalam cita-cita luhurnya menuju go internasional, peran program ini mengantarkan desainer Indonesia ke panggung dunia. Dan hal itu telah terbukti sejak pertama proram ini dibentuk pada 2012 lalu.

    Bak gayun bersambung, ketertarikan peritel eksklusif London, Harvey Nichols terhadap label Major Minor merupakan bukti bahwa label lokal memiliki potensi untuk menembus pasar global. Kemudian pada Toton, Yosafat Dwi Kurniawan, Tex Saverio dan beberapa label lain yang juga telah berulang kali berpartisipasi di trade show sepanjang Paris Fashion Week. Bahkan di bulan Juli llau, Patrick Owen dan Billy Tjong telah sukses menampilkan karyanya di ajang Fashion Kode 2014 yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan.

    Tak hanya kesempatan mendapat akses ke pasar internasional, para desainer yang tergabung dalam program IFF inipun berhasil mengembangkan bisnis masing-masing. Setidaknya, dengan infrastruktur yang lebih baik, bisnis para perancang ini telah berkembang pesat dan mencatat peningkatan keuntungan yang signifikan.

    "Keberhasilan kami ikut dalam IFF akan semakin memantapkan karier kami di industri mode Tanah Air dan menuju global. Kami diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri, termasuk kemungkinan melakukan koloborasi para perancang lokal dan global. Seperti yang saya lakukan den peritel online Odioli.com," kata perancang Tex Saverio yang ikut unjuk diri di panggung IFF yang berlangsung Sabtu, 1 November di Senayan City, Jakarta. (Baca: Koleksi Nakal Monstore Buka JFW 2015)

    HADRIANI P

    Terpopuler
    Koleksi Nakal Monstore Buka JFW 2015

    Ini Pilihan Jalur Joging Favorit di Jakarta

    Brittany Maynard Akhirnya Meninggal 

    Jenis Cedera yang Sering Dialami Pelari




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.