Air Kelapa Tua Bisa Gantikan Kangen Water  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    ANTARA/Eric Ireng

    ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Jakarta - Kangen water, cairan yang diolah dari mesin bikinan Jepang, sedang ngetren di Indonesia. Air ber-pH basa itu disebut bisa membuat peminumnya tidur lebih nyenyak, energinya meningkat, dan racun enyah dari tubuhnya. (Baca: Keajaiban Air Negeri Sakura)

    Namun sejumlah ahli masih meragukannya. Ahli gizi Emilia Achmadi menilai segala promosi keampuhan air dengan pH di atas 8—seperti bisa menyeimbangkan kondisi asam-basa di seluruh tubuh—hanyalah isapan jempol. Sedangkan Ketua Indonesian Hydration Working Group, Saptawati, pekan lalu mengatakan manfaat kangen water belum terbukti secara ilmiah berdasarkan penelitian.

    Menurut Saptawati, keadaan normal tubuh hanya membutuhkan air mineral alami. "Menetralkan keseimbangan asam-basa bisa dilakukan dengan mengkonsumsi sayur dan buah yang memang membawa unsur basa," ujarnya. Yang terpenting adalah pola makan yang seimbang artinya cukup serat, air minum, dan variasi bahan pangan dalam satu porsi sajian. Sejatinya air yang dibutuhkan oleh manusia, kata Saptawati, adalah air hipotonik atau air mineral alamiah.

    Kalaupun mau minum air yang memiliki pH basa alamiah, kata profesor gizi dari Institut Pertanian Bogor, Hardinsyah Ridwan, kita bisa mengkonsumsi air kelapa tua. Bahkan di dalam air kelapa kita bisa mendapatkan tambahan mineral magnesium dan potasium. Atau kita bisa minum air yang disimpan dalam kendi tanah liat. "Orang-orang tua zaman dulu sudah melakukannya," ujar Ketua Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan Indonesia ini.

    Bahkan, basa yang berlebihan memiliki efek negatif—meski tidak terlalu menakutkan. Hardinsyah mengatakan konsumsi air basa yang berlebihan akan memperberat kerja lambung. "Lambung yang menciptakan suasana asam dalam penghancuran makanan, harus mengeluarkan ekstra asamnya untuk menetralisir air dengan pH tinggi." kata dia. Karenanya, kalau pun ingin mengkonsumsinya, Hardinsyah menyarankan untuk tidak terlalu sering. "Sesekali tidak apa," ujar guru besar ilmu gizi ini.

    Air minum yang beredar saat ini, Emilia menjelaskan, berada di kisaran pH 6,5-8,5. Itu tidak terlalu jauh dari derajat asam-basa normal, yaitu pH 7. Standar tersebut jua yang dipakai air minum dalam kemasan. Air yang terlalu asam memiliki sifat korosif. Bisa dilihat pada bahan dengan material besi yang disimpan pada air asam akan mudah berkarat. Sifat yang menggerogoti ini, kata dia, bisa terjadi pada manusia dengan ditandai pengeroposan tulang. Adapun konsumsi air yang terlalu basa bisa dilihat dari timbulnya kerak di rongga mulut.

    Meski risiko kesehatan akibat mengkonsumsi air dengan pH basa ini tidak terlalu mengkhawatirkan, Emilia menganggap itu tak perlu. "Mereka melakukan hal berlebihan untuk kesia-siaan, membayar terlalu besar untuk sesuatu yang tak jelas juntrungannya," kata Emilia. "Tidak ada yang namanya obat ajaib," ujar dia lagi. Demikian juga, tak ada mata air ajaib. (Baca juga: Air Putih Turunkan Risiko Diabetes Hingga 7 Persen)

    DIANING SARI

    Terpopuler:
    Guru Yoga Jennifer Anniston Akan Kunjungi Jakarta
    Busana 3 Desainer, Kolaborasi Tren Make Up 2015
    Warna Pastel Jadi Tren untuk Bahan Kain
    Itang Yunasz dalam Gaya Exotic Journey Sumba
    Wanita Indonesia Rentan Obesitas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.