Mengawali Sehat dengan Air Putih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    AP/Heng Sinith

    AP/Heng Sinith

    TEMPO.CO , MakassarWiyanti Budi Lestari selalu membatasi pilihan minuman untuk dua putranya, Wistara Bima Zehan Bei dan Wiyakta Beryl Ziyan Bei. Bagi perempuan 31 tahun ini, minuman utama putranya adalah susu dan air putih. Walau begitu, sesekali, ia masih membolehkan Zehan (3,5) dan Beryl (2) mencoba rasa lain. Misalnya teh, kopi, atau soda. “Supaya mereka kenal rasanya.”

    Setiap pagi, siang, dan malam, kedua anaknya mendapat jatah dua botol susu. Di sela-sela aktivitas harian, mereka diberi air putih. “Minumnya banyak, sehari bisa delapan gelas.” Kebiasaan dua balita itu, menurut dokter spesialis anak, Sudung Pardede sudah benar. “Sesekali boleh minum yang berwarna dan berasa, tapi jangan sampai harian,” ujar dia dalam acara lokakarya “Hidrasi Sehat pada Anak”, di Hotel Double Tree, Jakarta, Oktober lalu. 

    “Balita yang masih dalam tahap tumbuh kembang tidak membutuhkan minuman selain air putih dan susu,” kata pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini. Minuman yang beraneka rasa, kata Sudung, biasanya mengandung banyak kalori dan menjerumuskan anak ke dalam obesitas.

    “Sayangnya, banyak anak Indonesia yang diperkenalkan terlalu dini pada minuman yang bukan kebutuhannya,” Padahal, kata dokter spesialis gizi, Saptawati Bardosono, rasa awal yang dicecap anak akan melekat seumur hidupnya. “Air putih harusnya yang pertama dinikmati bayi setelah air susu ibu.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.