Terganggu Isu Tato, Menteri Susi Mau Cubit Jurnalis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memaparkan visi dan misi kementeriannya dalam diskusi bersama pimpinan media massa di Jakarta, Jumat 7 November 2014. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memaparkan visi dan misi kementeriannya dalam diskusi bersama pimpinan media massa di Jakarta, Jumat 7 November 2014. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengaku terganggu dengan isu tato dan rokok yang terus menghampirinya sejak ia dilantik. (Baca: Anak Menteri Susi Balas Cuitan Putra Jokowi)

    "Yes, little bit hustle. Saya takut sama ibu-ibu yang sms ke saya 'Please Ibu, putri saya ngefan sama Anda, saya takut ikut merokok',"ujar Susi ketika ditemui Tempo, Rabu pekan lalu, 12 November 2014.

    Susi berkata, dirinya menerima sekitar 2000 sms per hari terkait tato dan rokok. Namun, kata Susi, tak semuanya berisi pernyataan menentang, ada juga pernyataan mendukung. "Ada beberapa yang bilang i'm behind you. Ya, many thing nice. Ada juga yang setiap pagi bilang hi lady, go ahead. Tapi saya khawatir akan sms ibu-ibu itu,"ujar Susi.(Baca:Menteri Susi Ingin Ngebom Kapal Ilegal)

    Susi yang merokok delapan batang sehari serta satu cerutu setiap akhir pekan, mengaku ingin mencari wartawan yang menyebarkan foto ia merokok di istana. "Kalau gua temuin wartawannya, gue pencit hahahaha,"ujar Susi sambil tertawa. (Baca: Menteri Susi Akui Dipilih Jokowi karena Gila)

    ISTMAN MP| TIM TEMPO

    Terpopuler
    Ketika Geger Melanda Acara Puncak JFW 2015

    Kopi Kolombia, Pilihan Menu Baru Minum Kopi 

    Begini Cara Terapi Target untuk Kanker Bekerja

    Desember, Uji Klinis Terapi Ebola Pertama

    Bogor Organic Fair Akan Digelar di Sempur




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.