Gaya Hidup Sehat dengan Lari Warna-Warni

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresia peserta perepmpuan saat disirang tepung berwarna saat mengikuti acara Run and Color Party di jalan Raya Gubeng, Surabaya, 16 November 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Ekspresia peserta perepmpuan saat disirang tepung berwarna saat mengikuti acara Run and Color Party di jalan Raya Gubeng, Surabaya, 16 November 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada Ahad, 23 November menjadi saat menggembirakan bagi masyarakat DKI Jakarta yang sudah tumpah ruah di Gelota Bung Karno, Parkir Timur Senayan, sejak pukul lima pagi. Hari itu, berlangsung The Color Run 2014, ajang lari santai sejauh 5 kilometer (5K). Masyarakat yang mengikuti acara yang diselenggarakan CIMB Niaga ini menggelar acara lari sehat, penuh keceriaan dan memberikan kesempatan bagi para pesertanya untuk berlari sambil bersosialisasi bersama teman, komunitas, keluarga, rekan kerja dan mitra bisnis. (Baca: Olivia Zalianty Suka Lari untuk Kesehatan)

    The Color Run yang berlangsung kedua kali ini menjadi momen akbar yang dikemas berbeda dari perhelatan lari lainnya. Digemari oleh pelari santai pemula, pencinta lari hingga mereka yang tergabung dalam komunitas marathon, The Color Run menambah agenda kegiatan bersama keluarga tercinta untuk menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.

    Semburan lima warna vibran, dengan dentuman musik dan berbagai aktivasi yang menggembirakan dan memacu adrenalin, membuat gelaran ini menjadi sangat unik. Para peserta pun seolah larut dengan atribut yang dikenakan, kaos putih dipotong sesuai gaya, dan siap menjadikan sekujur tubuh mereka berwarna-warni dengan tak lupa gadget yang siap mengabadikan aksi selfi di ajang ini.

    “Kami sangat gembira dapat kembali mempersembahkan The Color Run untuk kedua kalinya di Jakarta. Ajang lari santai yang hari ini diramaikan oleh 13 ribu peserta dari segala usia maupun profesi ini, diharapkan dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Jakarta," kata Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid pada Ahad, 23 November 2014. (Baca: Kenapa Joging Bikin Kita Awet Muda?)

    “Kami juga mengajak anak-anak muda untuk menggandeng orang tua mereka menikmati kebersamaan berlari santai, karena kami mendukung gerakan melawan pikun. Kami mendonasikan Rp 10.000 bagi setiap pendaftar The Color Run. Dana tersebut kami genapkan menjadi Rp 150 juta yang hari ini secara simbolis kami serahkan kepada Alzheimer Indonesia," kata Arwin.

    Dia juga menjelaskan lebih lanjut tentang tujuan acara ini sebagai pengembangan program pendidikan dan pengetahuan mengenai alzheimer di Tanah Air.

    "Melalui, inisiatif yang mengedepankan The Color Run sebagai bagian dari gaya hidup sehat merupakan bentuk dari semangat 'Inovasi dari Hati’ yang dimiliki tempat kami," kata Arwin yang selalu menempatkan nasabah dan masyarakat umum dalam hati dan pikiran kami, untuk melakukan inisiatif dalam bentuk terobosan-terobosan baru guna memenuhi kebutuhan nasabah.

    Selain di Indonesia, kelompok perusahaan inipun mensponsori event yang sama yang berlangsung di Singapura dan Malaysia. "Ini adalah bentuk dukungan kami untuk mengajak masyarakat bersama-sama tumbuh dan memanfaatkan potensi yang ada di kawasan," kata Arwin.

    Dia menyebutkan ajang The Color Run ini juga menarik minat para artis dan entertainer kenamaan Indonesia, untuk ikut berlari bergembira bersama teman sesama artis maupun dengan masyarakat lain. Dia acara ini, tampak pengusaha Sandiaga Uno, politisi Yenny Wahid, model Aline Adita, serta bintang Adrian Maulana dan Olivia Zalianty. (Baca: Hindari Daging, Olivia Zalianty Pilih Menu Ikan)

    HADRIANI P.
    Terpopuler
    Chris Lie, Komikus Indonesia Prestasi Dunia
    Hindari Daging, Olivia Zalianty Pilih Menu Ikan
    Bangga Bisa Selfie bak Lady Gaga
    Paska Melahirkan, Tubuh Kim Kardashian Lebih Sehat
    Komikus Dunia Akan Muncul di HelloFest

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.