Kenali 4 Fase Perjalanan HIV Menuju AIDS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Sel Darah Merah. Topnews.in

    Ilustrasi Sel Darah Merah. Topnews.in

    TEMPO.CO, Jakarta - HIV akan merusak kekebalan tubuh penderitanya. Berbilang bulan, kekebalan tubuh akan semakin rusak dengan menyerang sel darah putih yang disebut CD4. (Baca: Darah Buatan Bisa Digunakan Dua Tahun Lagi)

    Tubuh mudah terserang berbagai penyakit bila jumlah CD4 rendah, yaitu kurang dari 350 sel tetes darah. Lantas, bagaimana proses perjalanan HIV menuju AIDS?

    Yuli Simarmata, manager program Business Coalition on AIDS (IBCA), organisasi yang dibentuk oleh gabungan beberapa perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap AIDS ini, mengatakan butuh waktu lama bagi penderita HIV menjangkit AIDS.

    "Ada empat stadium yang dilalui HIV menuju AIDS," kata Yuli kepada Tempo, Jumat, 28 November 2014.

    Pada stadium pertama, HIV atau masa jendela, rata-rata memakan waktu 1-3 bulan bahkan bisa 6 bulan. Pada masa ini, orang yang HIV masih beraktivitas normal karena pada biasanya tanpa gejala. (Baca: Hasil Survei: Mayoritas Publik Belum Paham AIDS)

    Stadium kedua, HIV positif atau Asimptomatik. Fase ini rata-rata selama 5-10 tahun. Pada fase ini, penderita akan memiliki gejala seperti, berat badan menurun 10 persen, infeksi saluran napas, herpes zoster, kheilitis angularis, ulkus di mulut, erupsi papular pruritis, dermatitis seboroik, dan infeksi jamur di kuku.

    Selanjutnya stadium ketiga, pembesaran kelenjar limfa. Fase ini akan memakan waktu lebih dari sebulan. Penderita akan mengalami berat badan menurun lagi lebih 10 persen, diare kronis lebih dari sebulan, demam 37,5 celcius lebih dari sebulan, kandidiasis mulut berulang, oral hairy leukoplakia, tuberkulosis paru, infeksi bakteri yang berat, peradangan mulut, ginggivitis akut, dan anemia, neutropenia, trombositopenia kronis.

    kemudian stadium keempat, AIDS. Fase ini merupakan puncaknya. Penderita mengalami sindrom wasting HIV, pneumonia pneumocystis, infeksi herpes simpleks, kandidiasis esofagus, tuberkulosis di luar paru, sarkoma kaposi, infeksi sitomegalovirus, toksoplasmosis, infeksi mikrobakteri, ensefalopati HIV, kriptosporidiosis kronis, dan histoplamosis.

    Apakah orang yang AIDS akan langsung meninggal? Tidak. Jumlah limposit CD4+ dapat ditingkatkan dan dijaga dalam batas aman. Ya, tentu dengan cara hidup sehat, hindari sumber infeksi dan penyakit serta mengonsumsi obat ARV. (Baca: Pengidap HIV/AIDS Malang Tambah 20 Orang per Bulan)

    RINA ATMASARI
    Terpopuler
    Ketika Kerajinan Indonesia Naik Kelas

    Menikmati Wine ala Kimmy Jayanti

    Tip Mudah Berlipstik Merah

    Begini 7 Tren Mode Tahun Depan

    Hasil Survei: Mayoritas Publik Belum Paham AIDS




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.