Einstein dan Para Tokoh Dunia Penyandang Cacat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Albert Einstein

    Albert Einstein

    TEMPO.CO, Jakarta - Memilki keterbatasan fisik dan psikis bukan alasan untuk meraih sukses, maju dan berprestasi di berbagai bidang. Sejarah membuktikan ada banyak tokoh penyandang cacat yang berhasil bahkan menjadi tokoh dunia. Berikut adalah para tokoh dunia antara lain: (Baca: 300 Pemantau Awasi Akses Penyandang Cacat)

    1. Helen Keller
    Perempuan satu ini selalu diingat dan menjadi sejarah penting. Dia merupakan perempuan yang luar biasa karena dengan keterbatasannya mampu meraih kejayaan seperti manusia normal. Hellen merupakan seorang penulis Amerika, aktivis politik, dan juga dosen. Dia seorang tuna netra dan tuna rungu pertama yang mendapatkan gelar sarjana seni. Kisah tentang guru Helen, Annie Sullivan, berhasil menerobos isolasi yang dikarenakan kekurangan bahasa Helen hingga membuat Keller mampu berkembang dan berkomunikasi. (Baca: Angkie Yudistia Seperti Hellen Keller)

    Helen Keller melakukan banyak perjalanan, dan sangat menentang perang. Dia berkampanye untuk hak pilih perempuan, hak-hak pekerja, dan sosialisme, dan kasus progresif laiinya. Pada tahun 1920, ia membantu mendirikan American Civil Liberties Union (ACLU). Keller dan Sullivan melakukan perjalanan ke lebih dari 39 negara, membuat beberapa perjalanan ke Jepang dan menjadi favorit masyarakat di sana.  Helen bertemu setiap Presiden AS mulai dari Grover Cleveland sampai Lyndon B. Johnson. Hellen juga berteman dengan banyak tokoh-tokoh terkenal seperti  Alexander Graham Bell, Charlie Chaplin dan Mark Twain.

    2. Albert Einstein
    Albert Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoritis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotolistrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoritis".  Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman atau sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, sementara ibunya bernama Pauline. Eintein yang merupakan keturunan Yahudi ini bersekolah di sekolah Katholik. Atas keinginan ibunya. Eintein diberi pelajaran biola.(Baca: Secara Teori, Lubang Cacing 'Interstellar' Ada)

    Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya.  Einstein sempat dianggap sebagai murid bodoh yang lambat dalam menyerap pelajaran. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh disleksia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Pendapat lain tentang perkembangan mentalnya menduga Einstein menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme. Sejak kecil, Eintein menderita berbagai kelainan, namun hal itu tak membutanya menyerah. Berkat bantuan dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikan Eintein terhadap dunia intelek mulai masa akhir kanak-kanak dan awal remaja. Pamanya memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika yang mebuat Einstein terus belajar hingga dikenal sebagai ilmuwan terbesar abad 20.

    3. Agatha Christie
    Perempuan satu ini sudah melahirkan begitu banyak buku dan merupakan penulis populer dunia, bahkan karyanya hingga skearang masih digemari. Sejak kecil Agatha merupakan penderita disleksia, ketidak mampuan membaca dan menulis karena adanya kerusakan atau kelainan pada otak. Penderita disleksia secara fisik tidak akan terlihat sebagai penderita. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak. Hal ini yang sering menyebabkan penderita disleksia dianggap tidak konsentrasi dalam beberapa hal. Dalam kasus lain, ditemukan pula bahwa penderita tidak dapat menjawab pertanyaan seperti uraian, panjang lebar. Gangguan ini sempat membuat kegiatan menulis Agatha terganggu, namun berkat keteguhan hati dan kemauan keras mampu membuatnya mengatasi keterbatasan ini dan menorehkan dalam sejarah sebagai salah satu penulis paling terkenal di dunia.(Baca: Susi Doyan Baca Novel Supaya Fasih Bahasa Inggris)

    4. Franklin Delano Roosevelt
    Merupakan salah satu tokoh terbesar sepanjang sejarah dan mantan Presiden Amerika Serikat. Roosevelt sangat terkenal dan dicintai rakyatnya lantaran berhasil membimbing bangsanya melalui perang dunia II. Roosevelt melayani masyarakat melalui kantornya dengan menggunakan kursi roda. Setelah memulai karir politiknya di Gusto, ia didiagnosis menderita polio dan menjadi lumpuh dari pinggang ke bawah. Karena takut diketahui publik, maka berita cacatnya disimpan secara rahasia selama beberapa tahun. Tapi kecacatan justru bisa melindungi dan melayani masyarakatnya dengan cara sangat mengesankan.

    5. Jean Dominique Bauby
    Nama Jean tercatat daftar orang-orang besar dalam sejarah dan merupakan penyandang cacat. Ia merupakan seorang jurnalis, penulis, dan editor majalah fashion Perancis. Pada tahun 1995, ia merasakan sakit dibagian jantungnya dan setelah itu menghadapi serangan jantung yang parah. Karena itu, ia dalam keadaan koma selama 20 hari. Setelah bangun dari komanya, Jean didiagnosis menderita gangguan saraf yang sangat langka yang dikenal sebagai Locked-in syndrome. Ini merupakan sebuah cobaan yang sempurna untuknya, di mana dia tetap hidup namun tubuhnya mengalami kelumpuhan dari kepala sampai kaki. Satu-satunya bagian yang dapat digerakkan hanya kelopak mata kirinya. (Baca: Siswa Difabel dan Marginal Bisa Dapat Beasiswa S-2)

    Meskipun cacat, ia masih dapat menulis buku “The Diving Bell and Butterfly” dengan cara berkedip ketika huruf yang tepat diucapkan oleh orang lain, dan kemudian orang tersebut mengulang-ulang alphabet dan kata-katanya. Ini pasti sangat sulit dan membutuhkan waktu, namun akhirnya Jean mampu menyelesaikan bukunya dan meninggal dua hari setelah bukunya diterbitkan.

    6. Stephen Hawking
    Stephen William Hawking merupakan seorang fisikawan teoritik Inggris. Dia sangat terkenal di dunia ilmiah karena karirnya selama lebih dari 40 tahun. Melalui buku-buku dan penampilannya di depan publik telah membuatnya menjadi tokoh  akademi dan mendapat kehormatan dari Royal Society of Arts, anggota seumur hidup dari Akademi Ilmu Kepausan. Pada tahun 2009, Hawking dianugerahi Presidential Medal of Freedom, sebuah penghargaan sipil tertinggi di Amerika Serikat.

    Hawking menderita penyakit motor neuron, yang kemungkinan adalah varian dari penyakit yang dikenal sebagai Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Gejala ini pertama kali muncul ketika ia kuliah di Cambridge. Ia kehilangan keseimbangan dan jatuh dari tangga dan kepalanya terhantam. Hawking yang didiagnosis  menderita neuron ketika usianya 21 tahun, tidak lama sebelum pernikahan pertamanya. Secara bertahap Hawking mulai kehilangan kemampuan penggunaan lengan, kaki, dan suaranya, hingga akhir tahun 2009, ia benar-benar menjadi lumpuh. (Baca: Stephen Hawking Resmi Bergabung dengan Facebook)

    7.Nick Vujicic
    Dia adalah seorang pria asal Australia yang lahir dengan sindrom langka Tetra-amelia. Meskipun tidak memiliki tangan, dan hanya memiliki satu kaki kecil dengan dua jari kaki yang menonjol di paha kirinya, dia bisa melakukan surfing, berenang, bermain golf, dan sepak bola. Ia lulus dari sebuah perguruan tinggi dalam bidang Akuntansi dan perencanaan keuangan pada usia 21 tahun. Ia menjadi seorang motivator dan fokus pada kehidupan orang-orang cacat, memberikan harapan, dan menemukan makna hidup. Nick menerbitkan buku yang dimiliki lebih dari 3 juta orang dari 44 negara di lima benua. Nick juga menyebar pesannya yang penuh harapan dalam bukunya yang berjudul “Life Without Limits : Inspirasi untuk kehidupan yang baik” yang diterbitkan pada tahun 2010.

    HADRIANI P | BERBAGAI SUMBER
    Terpopuler
    Tangis Haru Victoria Beckham di BFA 2014 
    Budokon, Yoga Kombinasi Beladiri
    Tuberkulosis Tak Sembuh, Bisa Jadi AIDS
    Tangis Haru Victoria Beckham di BFA 2014
    Tak Semua Penderita Kanker Bisa Diterapi Target



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.