Begini Pengolahan Kulit Sapi Italia ala Il Bisonte

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pengunjung melihat-lihat tas saat pembukaan toko il Bisonte II, di Grand Indonesia, Jakarta, 9 Desember 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Pengunjung melihat-lihat tas saat pembukaan toko il Bisonte II, di Grand Indonesia, Jakarta, 9 Desember 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta—Proses pengeringan kulit menjadi proses yang menentukan kualitas kulit sapi. Jika kulit sapi dikeringkan secara baik, kulit yang dihasilkan menjadi material yang tahan lama dan berkualitas. Proses ini yang membedakan kulit sapi dari Italia. Metode tradisional menggunakan bahan alami berabad-abad dilakukan. 

    “Kami tidak menggunakan proses kimia untuk mengeringkan material kulit sapi dalam produk tas kami,” ujar Wakil Manajer Bisnis Il Bisonte Italia Raimondo Fossati dalam konferensi persnya di Pusat Perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 9 Desember 2014.

    Label produk kulit berupa macam-macam tas, ikat pinggang, dan dompet itu merupakan rancangan dari Wanny Filippo seorang artisan kulit yang eksentrik dari Tuscany, Italia. Wanny membuat sendiri desain tasnya. “Tanpa merasa perlu mengikuti mode,” kata Fossati. (Baca: Sensasi Belanja Ala Negeri Gajah Putih)

    Proses pengolahan kulit yang digunakan Il Bisonte menggunakan teknik vegetable tanned-leather. Ini berarti, kulit hanya dikeringkan dengan bantuan bahan-bahan alami yang mengandung tannin, seperti akar, kayu, daun-daunan dan buah-buahan. Ini berbeda dengan proses pengeringan kulit menggunakan chromium sulfat, yang mendominasi pemrosesan 80 persen kulit sapi di dunia.

    Pemrosesan tersebut mengakibatkan tekstur kulit dan warna kulit bisa berubah seiring berjalannya waktu dan sesuai dengan kelembaban udara. “Di Indonesia, warna kulitnya bisa berubah lebih cepat, karena lebih lembab,” ujar Wakil Direktur Stark Retail Yohana Irawan. Stark adalah perusahaan ritel yang membawa Il Bisonte di Asia Tenggara. (Baca: 10 Hotel Paling Romantis Rayakan Valentine)

    Menurut desainer Didit Maulana, proses kerajinan kulit lokal belum bisa mencapai tahapan yang serupa seperti Italia. "Seharusnya pengrajin kita bisa meniru teknik yang mereka pakai," kata dia saat pembukaan Il Bisonte.

    Il Bisonte Grand Indonesia menjadi pembuka dari tiga cabang berikutnya yang bakal diresmikan di Jakarta pada 2015, yakni  di Pondok Indah Mall, Pacific Place, dan satu lokasi lagi yang akan diumumkan belakangan. Setelah pembukaan di Jakarta, Il Bisonte juga akan segera membuka gerai mereka di Singapura.

    SUBKHAN

    Terpopuler
    Membersihkan Hidung Mampet
    Waspada Hidung Tersumbat
    Kenali 3 Cara Pakai Obat Dekongestan
    Hari Disabilitas, 130 Tunanetra Ajak Jalan Sehat
    Utak-atik Merakit Miniatur Militer


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ronaldo Cetak Gol ke-800: Ini Jejak Gol Bersejarah CR7

    Ronaldo mencetak 800 gol sepanjang kariernya. Gol itu ia torehkan di laga Liga Inggris melawan Arsenal, 3 Desember lalu. Apa saja gol bersejarahnya?