Jelang Perayaan Natal, Cemara Hias Laris Manis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ziporah (60) menyelesaikan pembuatan pohon natal di rumahnya di Arjosari, Malang, Jawa Timur, (12/12). Wanita ini membuat pohon natal yang terbuat dari rumput gelagah serta tanaman dan biji-bijian yang telah dikeringkan. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Ziporah (60) menyelesaikan pembuatan pohon natal di rumahnya di Arjosari, Malang, Jawa Timur, (12/12). Wanita ini membuat pohon natal yang terbuat dari rumput gelagah serta tanaman dan biji-bijian yang telah dikeringkan. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Batu - Menjelang perayaan Natal, pelbagai jenis tanaman dan bunga hias diburu pembeli. Namun pohon cemara tetap menjadi primadona. Para pembeli bahkan telah memesan pohon cemara sejak awal Desember. "Harga cemara tergantung jenis dan besarnya tanaman," kata Solikin, pedagang bunga di Desa Sidomulyo, Batu, Jawa Timur, Senin, 15 Desember 2014.

    Menurut dia, pembeli lebih menyukai bibit pohon cemara atau cemara berukuran kecil. Cemara setinggi 40 sentimeter berusia satu tahun dia jual seharga Rp 25 ribu. Para pembeli tertarik kepada pohon cemara berukuran mungil karena lebih mudah dimasukkan ke dalam rumah. (Baca berita lainnya: 5.000 Polisi Jaga Perayaan Natal dan Tahun Baru)

    Pada momen Natal tahun lalu, Solikin mampu menjual 300 batang cemara berbagai ukuran. Ada tiga jenis pohon cemara yang dia jual, yakni rentis, pecut, serta resik. Tiga-tiganya menjadi buruan pembeli. Pembeli yang datang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, Jakarta, Kalimantan, dan Papua.

    Untuk memesan bunga dari Soliki, masyarakt tak perlu bersusah payah mendatangi kiosnya, tapi cukup menelepon dan membayar secara online. Setelah transaksi beres, tanaman langsung dikirim melalui jasa pengiriman barang ke alamat pemesan. Pembeli dari luar Jawa biasanya membeli cemara dalam jumlah besar. Mereka tak hanya memburu cemara, tapi juga tanaman pucuk merah. Pucuk merah mirip dengan cemara, sehingga bisa dipakai pada perayaan Natal. (Lihat pula: Ribuan Jemaat Gereja Tiberias Ikuti Perayaan Natal)

    "Banyak pembeli yang tertarik membeli pucuk merah dibanding cemara," katanya. Tanaman pucuk merah setinggi 50 sentimeter dijual seharga Rp 25 ribu. Selain tanaman hias, bunga hias dan bunga potong juga mengalami lonjakan pembelian. Bunga mawar dan melati paling banyak diborong pembeli. Diperkirakan penjualan bunga akan meledak sampai akhir tahun mendatang.

    EKO WIDIANTO

    Baca Berita Terpopuler:
    Mengintip Couch Surfing Makassar 
    Heboh Miss World 2014, Siapa Juaranya? 
    Orang Indonesia Hanya Lahap Satu Buku Per Tahun
    Gaya Tie Dye Shibori Jepang dalam Stola dan Scarf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.