Antisipasi Penularan Antraks, Perketat Distribusi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Madiun - Pemerintah Kabupaten Ngawi Jawa Timur menghentikan distribusi sapi dari Blitar, daerah yang terserang wabah antraks. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit tersebut. (Baca: Banyuwangi Tunggu Jatah Vaksin Antrax)

    "Pemprov Jatim mengeluarkan larangan agar sapi dari Blitar tidak ke luar daerah. Sebaliknya, sapi dari luar tidak boleh masuk ke Blitar," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Peternakan, Ngawi, Tri Wahyuni Yulistyani, Rabu, 17 Desember 2014.

    Menurut dia, antisipasi penularan antraks dilakukan dengan memperketat jalur distribusi sapi dari Jawa Tengah. Sebab, provinsi tetangga itu pernah terserang wabah antraks beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendirikan pos pemantau di jalur utama Ngawi, Solo, yang masuk wilayah Kecamatan Walikukun dan Mantingan.

    "Sapi dari Jawa Tengah dilarang masuk ke Jawa Timur," ujar Tri. (Baca: Bangkalan Minta Sapi Luar Tidak Masuk Madura)

    Kendati demikian, ia mengungkapkan, pengiriman sapi dari Jawa Tengah ke Jawa Timur melalui Ngawi diduga masih terjadi. menurut Tri, untuk menghindari petugas, para distributor melintasi jalur alternatif.

    Karena itu, petugas Dinas Perikanan dan Peternakan setempat melakukan sosialisasi intensif kepada peternak, pedagang, dan warga tentang penyakit antraks. Apabila ditemukan sapi yang mati mendadak, Tri berharap agar segera dilaporkan kepada petugas untuk dilakukan tes lebih lanjut. "Jangan disembelih atau langsung dikubur," kata Tri. (Baca: Soekarwo Klaim Tidak Ada Penularan Antraks)

    Antisipasi penularan antraks dijalankan secara intensif oleh Pemerintah Kota Madiun. Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian setempat Cahyarini Budiarti mengatakan sejak belasan sapi di Blitar terserang antraks, pihaknya kian memperketat pengawasan hewan ternak tersebut.

    "Petugas selalu mengecek ratusan ekor hewan ternak yang masuk ke pasar. Apabila ada ciri-ciri yang mencurigakan akan langsung diperiksa," kata Cahyarini.

    Selain itu, petugas Dinas Pertanian rutin melakukan pengecekan rumah potong hewan, jagal, dan pasar sebagai tempat penjualan daging sapi. Hingga saat ini, ia menyatakan, sapi yang beredar di pasaran bebas dari serangan antraks. (Baca: Wabah Antraks Serang Peternakan Sapi di Blitar)

    NOFIKA DIAN NUGROHO

    Terpopuler
    Cara Christine Hakim Sambut Libur Sekolah

    Mau Bayi Tabung? Ini Lima Tandanya

    Begini Cara Buang Racun Tubuh yang Benar 

    Kenapa Anak Bayi Tabung Cenderung Kembar?

    Kini Bayi Tabung Bisa Rp 30 juta




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.