Tidur pada Bayi, Makin Lama Lebih Sehat?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekitar 75 persen hormon pertumbuhan dikeluarkan pada saat bayi tidur.

    Sekitar 75 persen hormon pertumbuhan dikeluarkan pada saat bayi tidur.

    INFO SEHAT - Tidur merupakan suatu keadaan fisiologis yaitu  istirahat secara berkala, pengurangan gerakan tubuh dan penurunan tingkat kesadaran terhadap sekelilingnya. Pola dan lamanya tidur seorang anak akan bergantung pada usia dan tahap perkembanganya. Setiap anak mempunyai pola tidurnya masing-masing, sehingga pola tidur anak berbeda antara satu dengan lainnya.

    Bayi baru lahir pada umumnya akan tidur lebih lama, mereka tidur rata-rata selama 16 jam setiap hari dengan rentang waktu 3-4 jam persesinya. Bayi  baru lahir akan mengikuti ritme seperti berada dalam rahim, mereka belum bisa membedakan antara siang dan malam. Seiring pertambahan usia bayi, pola tersebut akan berubah. Misalnya pada usia 12 bulan, total jam tidurnya menjadi 13 jam.

    Sekitar 75 persen hormon pertumbuhan dikeluarkan pada saat bayi tidur, hormon ini bertugas merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan, mengatur metabolisme tubuh, dan perkembangan otak bayi. Hormon pertumbuhan juga berfungsi memperbaiki dan memperbaharui seluruh sel yang ada di tubuh. Mulai dari sel kulit, sel darah serta sel saraf otak. aliran darah ke otak akan meningkat selama tahap tidur aktif. Hal ini berperan penting dalam aktivitas otak dan kesehatan psikisnya, sehingga memungkinkan perkembangan otak bayi dengan optimal.

    Apa yang akan terjadi apabila bayi kurang tidur? Bayi akan rewel, mudah menangis, dan sulit diatur. Gangguan tidur juga dapat mempengaruhi efektivitas sistem daya tahan tubuh pada anak sehingga anak rentan terhadap penyakit.

    Agar bayi tidur dengan nyenyak dan rileks: mandikan bayi dengan menggunakan air hangat dan  sabun yang lembut sehingga  bayi akan  rileks. Setelah mandi, lakukan pijatan lembut  ke seluruh tubuh bayi yang dapat menenangkan bayi. Ciptakanlah suasana tenang, dengan membaca dongeng, atau memutarkan musik lembut hingga bayi tertidur.

    Bagaimana posisi tidur terbaik untuk bayi? Telentang adalah posisi tidur pada bayi usia 0-3 bulan yang terbukti paling aman, hal ini disebabkan karena dia belum mampu berguling. Posisi miring ke kanan pada umumnya banyak dipilih untuk bayi prematur, terutama yang minum memakai selang atau masih menggunakan alat bantu pernapasan. Posisi ini bertujuan agar proses pengosongan lambung lebih mudah dan mencegah gumoh lebih banyak.

    Posisi tengkurap saat ini masih dalam perdebatan. Penelitian melaporkan posisi tidur tengkurap akan membuat bayi lebih nyaman, bayi dapat tidur lebih nyenyak, tangisnya berkurang, serta gerak pernapasan dan perkembangan motoriknya lebih baik. Tetapi, posisi ini juga dilaporkan dapat menimbulkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindroma meninggal mendadak. Sehingga usahakan agar bayi tetap diawasi, mulut atau hidung bayi tidak tertutup sesuatu yang dapat menghalangi pernapasannya.

    (dr. Nurul Iman Nilam Sari, SpA - RS Premier Jatinegara)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.