Senin, 19 Februari 2018

Peran Kebaya dan Pemberdayaan Perempuan

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 6 Mei 2015 05:46 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peran Kebaya dan Pemberdayaan Perempuan

    Peragaan busana Kartini Amy Atmanto. Istimewa

    TEMPO.CO , Jakarta:Hari Kartini masih menjadi tema yang mengispirasikan acara yang diselenggarakan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) dan perancang Amy Atmanto. Peragana busana Kartini ini berlangsung pada 11 Mei mendatang, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan. Sesuai dengan temanya, kali ini Amy menyajikan peragaan busana yang memamerkan koleksi kebayanya.

    Pemilik butik Royal Sulam dan Royal Kaftan ini menuturkan perayaan Hari Kartini bukan untuk menunjukkan semata soal kebaya.

    "Ada nilai lebih, kebaya dan perempuan yang terangkum dalam filosofi yang dalam dibalik soal kebaya," kata Amy pada Senin, 4 Mei 2015 ditemui di Royal Place Building, di kawasan Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan.

    Lebih jauh wanita berambut panjang ini menjelaskan, "Peragaan busana kali ini akan menampilkan kebaya modern yang menitikberatkan tentang filosofinya. Yaitu, bahwa kebaya-kebaya yang akan diperagakan merupakan karya dari perempuan tuna rungu serta janda miskin yang masuk dalam rumah kreatif saya," kata Amy panjang lebar yang menggandeng WITT untuk acara ini.

    Dalam peragaannya nanti, aneka kebaya tersebut akan dikenakan para sosialita ibukota serta  sejumlah selebritas seperti Angel Lelga, Reza Artamevia dan penyanyi jazz, Tasya.

    Kemudian Amy juga mengapresiasi dengan makin banyaknya para kesadaran perempuan untuk mengenakan kebaya dalam berbagai acara, kesempatan dan mulai dikenakan dari kalangan muda hingga dewasa.

    "Kebaya selain jatidiri Indonesia juga punya peran bagi pembrerdayaan perempuan.  Saya mengamati dari kesadaran para perempuan untuk mengenakan kebaya mulai terbuka. Bukan sebatas pada acara resmi atau formil. Kini kebaya bisa dikenakan diberbagai kesempatan yang menunjukan itu sebagai pemberdayaan kaum Hawa," kata dia.

    Sementara Lieke Gunawan, Ketua WITT menegaskan bahwa kebaya dan perempuan seperti sejiwa.

    "Dan khusus untuk acara ini, semua hasil penjualan tiketnya akan dialokasikan untuk kegiatan sosial yang dilakukan WITT, " kata Lieke yang menekankan tentang tugas lembaganya memberikan penyuluhan tentang tembakau ke masyarakat.

    "Saya dan WITT berkolaborasi, di mana hasil kegiatan ini akan digunakan untuk kegiatan sosial lembaga ini." kata Amy.

    Kemudian, Amy juga mengapresiasi dengan semakin banyak dan maraknya perusahaan yang melakukan kepedulian sosial untuk lebih memberikan kesempatan kepada para pegawai perempuannya untuk mengenakan batik dan berkebaya.

    "Ada banyak perusahaan yang mulai memberlakukan ini sebagai sebuah kesadaran dan sikap terpuji. Seperti Indosat dan perusahaan BUMN lain," kata dia.

    HADRIANI P | RINA ATMASARI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Diet: Makanan Penurun Berat Badan

    Makanan yang kaya serat, protein dan vitamin cocok bagi orang yang sedang diet.