Kebiasaan Buruk dalam Bekerja yang Harus Anda Hentikan

Reporter

Editor

Saroh mutaya

Sejumlah staf berbincang di ruang cubicle di kantor Coca-Cola di Jakarta (28/1). Ruangan kerja yang dibiarkan terbuka dengan pemandangan gedung-gedung ibukota ini bertujuan agar karyawan merasa nyaman. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Anda mungkin sering tidak menyadari bahwa Anda melakukan sebuah kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kinerja Anda di kantor.

Bisa jadi karena tidak ada teguran dari atasan atau lingkungan kantor yang demikian santai, akhirnya Anda pun terbiasa melakukannya.

Namun jika Anda menginginkan karir yang cemerlang, sebaiknya hindari lima kebiasaan buruk dalam bekerja berikut ini.

1. Anda selalu datang terlambat


Baik itu terlambat datang ke kantor ataupun terlambat datang rapat dan pertemuan bisnis, Anda harus menghentikan kebiasaan buruk itu sekarang juga.

Jangan menganggap sepele kebiasaan ini dan menyalahkannya pada keadaan jalan yang macet. Cobalah untuk pergi lebih cepat dari biasanya, supaya Anda tidak terlambat.

Sudah seharusnya Anda mengantisipasi kemacetan di jalan jika harus ke kantor atau akan bertemu klien di suatu tempat.

Tentunya akan lebih menyenangkan dikenal sebagai orang yang selalu datang tepat waktu, ketimbang menjadi orang yang selalu datang terlambat.

2. Menunda-nunda pekerjaan


Kebiasaan yang satu ini merupakan teman dari kebiasaan datang terlambat. Anda cenderung menunda-nunda pekerjaan hingga dekat dengan deadline atau tenggat waktu.

Anda berpendapat bahwa mengerjakan tugas mendekati deadline akan lebih mudah, padahal kenyataannya kebiasaan itu bisa menyulitkan Anda.

Saat Anda menunda pekerjaan hingga dekat dengan deadline, pada akhirnya Anda hanya bisa mengerjakan sekadarnya saja, yaitu sekadar pekerjaan itu selesai. Hasilnya belum tentu memuaskan, baik bagi Anda maupun atasan.

Selain itu, kebiasaan menunda pekerjaan juga bisa menyebabkan stres bagi diri Anda sendiri dan bagi orang-orang yang bekerja dengan Anda. Lama-kelamaan, rekan kerja dan atasan akan malas bekerja sama dengan Anda.

3. Senang bergosip


Gosip memang seru dan menyenangkan, tapi jangan sampai Anda dikenal sebagai si tukang gosip di kantor. Bergosip bisa berbahaya, terutama di lingkungan kerja.

Jadi sebaiknya hilangkan kebiasaan buruk yang satu ini. Pada awalnya rekan kerja akan tertarik dengan cerita Anda, namun lama-lama mereka pun khawatir akan dijadikan topik gosip oleh Anda.

Bergosip merupakan kebiasaan yang tidak menarik. Cobalah mulai sekarang ubah kebiasaan Anda dan sebisa jangan pernah berpartisipasi dalam gosip kantor.

4. Melakukan hal pribadi di waktu kerja


Hindari melakukan kegiatan yang sifatnya pribadi di waktu kerja Anda, apalagi menggunakan fasilitas kantor untuk urusan Anda sendiri.

Banyak karyawan yang terbiasa melakukan ini dengan anggapan, “toh, perusahaan yang membayar”. Namun tentu saja pemikiran itu salah, karena Anda terkesan tidak profesional.

Jika Anda pernah menggunakan komputer, printer, telepon, mobil kantor, atau lainnya untuk kegiatan pribadi, sebaiknya hentikan kebiasaan itu.

Lakukan segala kegiatan pribadi di luar jam kerja dan hindari memakai fasilitas kantor untuk kebutuhan pribadi Anda.

5. Membuat-buat alasan saat diberi pekerjaan


Saat diberi pekerjaan ekstra, Anda cenderung membuat-buat alasan dengan mengatakan, “Itu bukan pekerjaan saya.”

Kebiasaan seperti itu akan memperlihatkan kualitas diri Anda sebagai pekerja di mata atasan. Maka jangan heran ketika atasan pun enggan memberikan promosi jabatan pada Anda.

Cobalah hilangkan kebiasaan membuat alasan seperti itu. Anda bisa saja menolak pekerjaan ekstra jika memang beban kerja Anda sedang cukup berat.

Namun jika pekerjaan ekstra itu baik bagi pengembangan kinerja Anda, jangan ragu untuk mengambilnya.

BISNIS






Laba Turun 27 Persen, Google Akan PHK 10 Ribu Karyawan Berkinerja Buruk

3 hari lalu

Laba Turun 27 Persen, Google Akan PHK 10 Ribu Karyawan Berkinerja Buruk

Perusahaan induk Google, Alphabet menghadapi beberapa tantangan di tahun ini, mulai dari dampak pandemi hingga inflasi yang merajalela.


Memahami Posisi Stakeholder dalam Perusahaan

6 hari lalu

Memahami Posisi Stakeholder dalam Perusahaan

Stakeholder adalah pihak-pihak yang bisa mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan, baik positif maupun negatif. Berikut faktanya.


PHK di Mana-mana, Begini Aturan Pesangon dan Syaratnya bagi Karyawan Perusahaan

9 hari lalu

PHK di Mana-mana, Begini Aturan Pesangon dan Syaratnya bagi Karyawan Perusahaan

Berikut aturan pesangon untuk pekerja yang terkena PHK beserta syarat sesuai undang-undang cipta kerja


Buruh Ancam Mogok Kerja Jika PP 36/2021 Tetap Jadi Landasan Aturan Upah, Pengusaha: Pasrah

10 hari lalu

Buruh Ancam Mogok Kerja Jika PP 36/2021 Tetap Jadi Landasan Aturan Upah, Pengusaha: Pasrah

Para buruh menyatakan akan mogok kerja bila pemerintah tidak mengubah PP nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan sebagai acuan dalam menaikan UMP/UMK.


Elon Musk Digugat Karyawan Twitter Soal PHK dan Pesangon

10 hari lalu

Elon Musk Digugat Karyawan Twitter Soal PHK dan Pesangon

Karyawan Twitter menggugat bos baru mereka, Elon Musk, karena melakukan PHK secara mendadak


Pemantik Fenomena Quiet Quitting Karyawan dan Cara Mencegahnya

25 hari lalu

Pemantik Fenomena Quiet Quitting Karyawan dan Cara Mencegahnya

Apa itu fenomena quiet quitting yang kini banyak terjadi, penyebab dan cara mencegahnya? Simak penjelasan berikut.


TWC Jamin Selesaikan Masalah Pesangon Karyawan TMII

25 hari lalu

TWC Jamin Selesaikan Masalah Pesangon Karyawan TMII

TWC beri jaminan akan membayar pesangon karyawan TMII secara bertahap.


Polda Metro Jaya Siap Bantu Perusahaan yang Mau Lakukan Tes Urine ke Karyawannya

28 hari lalu

Polda Metro Jaya Siap Bantu Perusahaan yang Mau Lakukan Tes Urine ke Karyawannya

Tes urine tersebut dilakukan bukan berdasarkan inisiatif Polda Metro Jaya, tapi berdasarkan permintaan dari pihak yang membutuhkan.


Apa Saja Fungsi Tes Kejiwaan?

32 hari lalu

Apa Saja Fungsi Tes Kejiwaan?

Tes kejiwaan dilakukan oleh psikolog yang akan memeriksa dan mengevaluasi hasilnya untuk menentukan penyebab


Binar PHK 20 Persen Karyawan, Bersiap Hadapi Dinamika Ekonomi Global

39 hari lalu

Binar PHK 20 Persen Karyawan, Bersiap Hadapi Dinamika Ekonomi Global

Binar, salah satu startup Edtech terkemuka di Indonesia, melakukan PHK sebesar 20 persen dari total karyawannya.