Sel Telur dan Sperma Tak Sehat, Ini Faktor Penyebabnya

Reporter

Editor

Saroh mutaya

Sepasang suami istri terus berlari saat berpartisipasi dalam kompetisi "Running of the Brides" di Bangkok, 28 November 2015. Ratusan pasangan suami istri menggunakan pakaian pernikahan mengikuti lomba lari yang berhadiah 1 juta Thai baht atau sekitar 380 juta rupiah. REUTERS/Athit Perawongmetha

TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian pasangan suami istri di Indonesia mengalami masalah dengan tingkat kesuburannya, sehingga mengalami kesulitan mendapatkan sang buah hati. Seiring bertambahnya usia seorang perempuan, maka kemampuannya dalam memproduksi sel telur dengan kualitas dan kuantitas yang baik semakin menurun.

Dalam hal ini terdapat dua aspek yang berpengaruh yaitu usia kronologis ovarium dan usia biologis. Usia biologis bisa lebih tua dari usia kronologis.

Terdapat beberapa faktor penyebab usia biologis lebih tua dibandingkan usia kronologis antara lain faktor gaya hidup tidak sehat, faktor lingkungan karena kanker yang dikemoterapi, terpapar radiasi, pengaruh kista, pasien yang baru selesai operasi.

Di usia 30-35 tahun, kata dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG, Msc, tim ahli SMART IVF, fertilitas (kesuburan) seorang perempuan mulai menurun dan diikuti penurunan yang cepat pada usia sesudahnya.

Selain itu, seringkali terjadi penundaan usia pernikahan. Banyak pula perempuan yang menunda memiliki anak, dengan alasan antara lain mendahulukan karir, pendidikan dan ekonomi.

Hal itu yang mengakibatkan bertambahnya jumlah dan proporsi perempuan berusia lebih dari 35 tahun yang mungkin membutuhkan bantuan teknologi reproduksi seperti bayi tabung.

Yassin menjelaskan, kualitas sel telur dipengaruhi antara lain faktor umur, pengaruh  dari asupan makan ibunya waktu hamil, dan faktor gaya hidup yang disebabkan antara lain terpapar radiasi, polusi yang tinggi, gangguan kesuburan, gangguan kematangan sel telur,  dan ganguan pada rahim.

Sementara untuk kualitas sperma pria dipengaruhi oleh jumlah sperma, kemampuan bergerak sperma, pengaruh gaya hidup antara lain merokok, minuman alkohol, jenis pekerjaan yang terpapar panas, atau faktor DNA.

Dari segi gaya hidup, kata Yassin, tingkat kesuburan dapat ditingkatkan dengan banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang mengandung selenium, zat besi, Vitamin C dan Vitamin E.  

Di sisi lain, teknologi kedokteran terus berkembang untuk membantu pasutri mendapatkan bayi melalui program bayi tabung.

PT Ingin Anak, misalnya, menyediakan program bayi tabung SMART IVF (sophisticated, modern, affordable, reproductive, technology, in vitro fertilization).

BISNIS






Pentingnya Persiapan Pasangan sebelum Menikah demi Kesehatan Reproduksi

44 hari lalu

Pentingnya Persiapan Pasangan sebelum Menikah demi Kesehatan Reproduksi

Persiapan untuk berkeluarga perlu dimulai sejak memasuki usia remaja. Salah satu tujuannya menjaga kesehatan reproduksi kelak.


Salmon hingga Asparagus, Ini 9 Makanan yang Perlu Dikonsumsi saat Program Hamil

1 Mei 2022

Salmon hingga Asparagus, Ini 9 Makanan yang Perlu Dikonsumsi saat Program Hamil

Makanan mempengaruhi kesehatan reproduksi, ditambah dengan faktor gaya hidup dan tingkat stres. Jadi coba makanan ini saat ingin hamil.


Ransomware lagi di AS, Data 400 Ribu Pasien Kesehatan Reproduksi Bocor

3 Desember 2021

Ransomware lagi di AS, Data 400 Ribu Pasien Kesehatan Reproduksi Bocor

Serangan ransomware berdampak pada data pribadi sekitar 400 ribu pasien di fasilitas itu bisa diakses hacker.


Jenis Diet Terbaik untuk Kesehatan Reproduksi Menurut Ahli

22 Agustus 2021

Jenis Diet Terbaik untuk Kesehatan Reproduksi Menurut Ahli

Banyak faktor yang membantu mendukung kesehatan reproduksi juga merupakan faktor yang mengoptimalkan umur panjang secara keseluruhan


Dampak Buruk Perkawinan Anak Menurut KPPPA

17 Februari 2021

Dampak Buruk Perkawinan Anak Menurut KPPPA

KPPPA menyebut perkawinan anak memiliki dampak buruk bagi si anak, keluarga, bahkan negara. Selain itu, berbahaya bagi kesehatan reproduksi.


Setelah Umumkan Kehamilan, Halsey Pamer Bekas Luka Operasi Endometriosis

30 Januari 2021

Setelah Umumkan Kehamilan, Halsey Pamer Bekas Luka Operasi Endometriosis

Halsey agresif mengobati endometriosisnya karena merencanakan sebuah keluarga.


Halsey Hamil Anak Pertama, Setelah Berjuang dengan Endometriosis

28 Januari 2021

Halsey Hamil Anak Pertama, Setelah Berjuang dengan Endometriosis

Halsey termasuk selebriti yang terbuka dengan kesehatan reproduksinya


Pemenang SATU Indonesia Awards 2020 Angkat Pendidikan Kesehatan Reproduksi

11 Desember 2020

Pemenang SATU Indonesia Awards 2020 Angkat Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Pendiri Tenggara Youth Community, Mariana Yunita Hendriyani Opat menjadi pemenang SATU Indonesia Awards 2020.


Kemenkes Bilang HIV/AIDS Tak Boleh Luput dari Perhatian Semasa Pandemi Covid-19

1 Desember 2020

Kemenkes Bilang HIV/AIDS Tak Boleh Luput dari Perhatian Semasa Pandemi Covid-19

Pada triwulan II Tahun 2020, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) diperkirakan mencapai 543.100 orang, dan 398.784 orang di antaranya telah ditemukan.


Hati-hati, Kebanyakan Konsumsi Garam Bisa Menurunkan Kesehatan Reproduksi

27 November 2020

Hati-hati, Kebanyakan Konsumsi Garam Bisa Menurunkan Kesehatan Reproduksi

Tak banyak yang menyadari bahwa garam juga bisa mempengaruhi kesehatan reproduksi, bukan hanya memicu hipertensi.