Jangan Semprotkan Parfum di Ketiak, Ini Alasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi parfum. shutterstock.com

    Ilustrasi parfum. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bau badan sering kali membuat seseorang  tidak nyaman dan merasa rendah diri. Karena itu, beberapa orang kerap menyemprotkan parfum ke ketiak dengan tujuan menghilangkan bau badan. Padahal, tindakan ini sangat tidak dianjurkan.

    Dokter spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta, Vinia Ariani Permata mengatakan menyemprotkan parfum ke ketiak adalah sebuah kesalahan.  "Menyemprotkan parfum ke ketiak justru berbahaya," kata Vinia  dalam acara peluncuran produk deodoran di Restauran 3 Wise Monkeys, Jakarta,  Kamis, 28 April 2016.

    Kulit ketiak yang tipis, kata Vinia, berpotensi mengalami iritasi saat terkena cairan parfum. Iritasi tersebut akan semakin parah jika bereaksi dengan keringat. “Parfum digunakan di balik telinga, leher, dan bagian yang ada pembuluh darah yang berdenyut. Supaya menguap dan menimbulkan bau harumnya,” ujarnya.

    Selain itu, salah kaprah bila memakai parfum untuk menghilangkan bau badan. Vinia menerangkan, parfum tidak bisa menghilangkan bau badan karena hanya mengandung pewangi dan alkohol.

    Vinia justru menyarankan untuk menjaga kebersihan ketiak agar tidak berbau. Bulu ketiak juga jangan dibiarkan tumbuh lebat karena akan menjadi media yang bagus tumbuhnya bakteri bau badan. Mandi pun harus rutin yakni dua kali sehari supaya bakteri-bakteri jahat penyebab bau badan pergi. Terakhir, jangan lupakan deodoran agar tubuh tetap segar dan bebas bau tak sedap.

    SHELA KUSUMANINGTYAS | NUNUY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.