Bahaya Duduk Terlalu Lama: Sakit Jantung dan Diabetes  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Alternavox.net

    Alternavox.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda suka duduk berjam-jam? Waspadalah, karena kebiasaan itu bisa memicu munculnya berbagai masalah kesehatan. Seorang ahli kesehatan menyarankan agar menghindari kebiasaan duduk dalam jangka waktu lama. Anda bisa mencoba melakukan aktivitas ringan atau berjalan di sekitar kantor.

    Kebiasaan duduk lama juga akan membatasi aktivitas fisik Anda. Selain itu, duduk berjam-jam dapat berisiko pada kesehatan Anda di usia dini.

    Berikut ini beberapa masalah kesehatan karena duduk dalam jangka waktu lama, seperti dilansir laman Boldsky.

    1. Meningkatkan risiko penyakit jantung
    Menurut penelitian, duduk terus-menerus selama lebih dari enam jam setiap hari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 65 persen.

    2. Memperlambat proses pembakaran kalori
    Duduk dalam satu posisi memperlambat aktivitas otot Anda. Hal ini dapat menurunkan pembakaran kalori untuk satu kalori Anda satu menit. Jadi, jika Anda ingin menurunkan berat badan, jangan duduk terlalu lama.

    3. Meningkatkan risiko diabetes
    Duduk terus-menerus menyebabkan Anda menggunakan glukosa insulin untuk sebesar 40 persen. Hal itu meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Dianjurkan sedikitnya bergerak di sekitar kantor setiap 45 menit sekali.

    4. Meningkatkan risiko kanker
    Hasil studi menyatakan duduk lama dapat meningkatkan risiko kanker, bahkan paru-paru dan kanker usus besar. Namun alasan ini belum sepenuhnya dapat dibuktikan.

    5. Mempengaruhi massa tulang
    Duduk selama berjam-jam lebih dapat mengurangi massa tulang Anda, sedikitnya 1 persen setiap tahun. Kurangnya aktivitas fisik berisiko tinggi pada osteoporosis.

    6. Risiko cedera punggung
    Duduk dengan satu posisi dalam waktu yang lama dapat membuat tekanan yang tidak semestinya pada punggung bawah Anda, yang menyebabkan stres pada otot dan sendi sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan punggung dan tulang belakang cedera.

    7. Membatasi interaksi sosial
    Jika Anda duduk di satu tempat, tentu hal itu akan membatasi interaksi sosial Anda. Saat ingin mengirim e-mail kepada rekan kerja, tak ada salahnya Anda berjalan ke mejanya untuk berbicara langsung. Cara ini dapat menjaga interaksi sosial dengan rekan kerja dan memanfaatkannya untuk berjalan.

    TABLOIDBINTANG.COM

    Baca juga: Edukasi Stroke, RS Premier Gelar Gathering



     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.